Peneliti UGM Bantah Ribka Tjiptaning Soal Kasus Mati Vaksin Anti Kaki Gajah

Ribka Tjiptaning menyebut 12 orang mati di Majalaya karena vaksin anti kaki gajah

Galih Priatmojo
Kamis, 14 Januari 2021 | 13:54 WIB
Peneliti UGM Bantah Ribka Tjiptaning Soal Kasus Mati Vaksin Anti Kaki Gajah
Anggota DPR RI Ribka Tjiptaning saat raker dan RDP bersama Menkes Budi Gunadi di DPR. (istimewa)

SuaraJogja.id - Beberapa waktu lalu viral pernyataan dari anggota DPR Ribka Tjiptaning yang menolak vaksin Covid-19. Belakangan, alasan penolakan politisi PDIP tersebut ditanggapi anggota Tim Komnas Penilai Obat, Jarir At Thobari.

Sebelumnya, saat melakukan rapat Komisi IX DPR RI dengan Kementrian Kesehatan, anggota DPR Ribka Tjiptaning dengan tegas menolak disuntik vaksin Covid-19.

Ia mengaku masih meragukan efektivitas dan keamanan dari vaksin yang dibeli dari China tersebut.

Ribka kemudian mencontohkan sejumlah vaksin yang sudah beredar di Indonesia yang dianggapnya kurang bagus. Seperti vaksin polio hingga vaksin anti kaki Gajah yang disebutnya malah memakan korban.

Baca Juga:Pakar Kesehatan Nilai Efikasi 65,3 Persen Vaksin Sinovac Sudah Baik

"Vaksin polio untuk anti polio malah lumpuh di Sukabumi, lalu anti kaki gajah di Majalaya mati 12. Karena di di India ditolak, di Afrika ditolak, masuk di Indonesia dengan Rp1,3 triliun saya ingat betul itu," katanya beberapa waktu lalu.

Berdasar atas contoh kasus itu, Ribka kemudian menolak vaksin Covid-19 dan meminta pemerintah untuk tak main-main.

"Jangan main-main vaksin ini, saya pertama yang bilang saya menolak vaksin," tegasnya.

Namun, belakangan contoh kasus yang disampaikan Ribka tersebut diklarifikasi oleh Anggota Tim Komnas Penilai Obat, dr. Jarit At Thobari.

Berbicara di acara Mata Najwa, dr Jarit menjelaskan bahwa suatu vaksin akan dilihat keuntungan dan kerugiannya. Kalau melihat vaksin polio, bisa dilihat bahwa banyak anak di Indonesia bahkan di dunia yang terlindungi dari bahaya polio setelah mendapatkan vaksin.

Baca Juga:Catat! 7,9 Juta Warga Jakarta Usia 17-59 Tahun Bakal Disuntik Vaksin Covid

"Kita ketahui angka polio itu sangat tinggi, hingga kemudian mengakibatkan anak-anak terjadinya lumpuh, tetapi dengan vaksin polio jutaan anak di dunia termasuk Indonesia terhindar dari Polio," jelasnya.

Peneliti Clinical Epidemiology and Biostatistics Unit (CE&BU) FKKMK UGM tersebut menyebut bahwa kasus yang muncul seusai mendapat vaksin polio hal itu penyebabnya karena faktor lain.

"Jika ada satu misalnya kejadian yang itu mungkin akibat dari ketidaktepatan dalam pemberian misalnya, hal itu sebetulnya tidak menutup besarnya keuntungan dari vaksin tersebut," terangnya.

Lebih jauh ia juga membantah pernyataan Ribka terkait 12 orang yang meninggal di Majalaya akibat karena divaksin anti kaki gajah.

"Dan kita ketahui bahwa untuk yang kaki gajah misalnya itu sudah dilihat satu per satu kasusnya dan itu ternyata tak ada hubungannya dengan program vaksinasi tersebut," tegasnya.

Ditambahkan, menurutnya Badan POM selalu memantau kemananan dari semua produk sebelum diedarkan, termasuk vaksin polio, anti kaki gajah hingga vaksin covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak