Cuaca Ekstrim Mengintai Wilayah Sleman, Ini Langkah Mitigasi dari BPBD

BPBD Sleman telah menyusun langkah mitigasi menghadapi cuaca ekstrim yang mengintai di wilayah Sleman

Galih Priatmojo
Kamis, 25 Februari 2021 | 21:35 WIB
Cuaca Ekstrim Mengintai Wilayah Sleman, Ini Langkah Mitigasi dari BPBD
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho smemberikan keterangan pers terkait cuaca ekstrim di gedung BNPB, Jakarta, Selasa (5/12).

SuaraJogja.id - BMKG memperkirakan bahwa cuaca ekstrem masih akan terjadi. Sebagai upaya antisipasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman menyusun sejumlah langkah mitigasi.

Kasi Mitigasi BPBD Sleman Joko Lelono mengungkapkan, langkah mitigasi itu dilakukan menyusul adanya sejumlah titik rawan bencana longsor dan banjir lahar dingin, di Sleman.

"Titik rawan longsor misalnya, ada di area Kapanewon Prambanan dan sejumlah kawasan di lereng Gunung Merapi," kata dia, kala dihubungi wartawan, Kamis (25/2/2021).

Kawasan Prambanan juga disebutnya sebagai titik rawan banjir bandang. Sedangkan wilayah lereng Merapi, rawan terjadi banjir lahar hujan.

Baca Juga:Pemkab Sleman Resmikan Selter Covid-19 di Kalasan

"Berkenaan dengan mitigasi, kami sudah menyiagakan relawan, memasang bronjong, serta EWS. Bronjong sudah kami pasang di Wukirharjo, satu line slide di Losari akan kami pasangi EWS tanah longsor," kata dia.

Sementara di daerah yang rawan banjir lahar hujan, saat ini di sungai-sungai yang berhulu di Merapi sudah dipasang EWS.

Misalnya di Kali Krasak ada 1 titik, di Kali Boyong ada 6 titik, di Kali Gendol 5 titik, Kali Opak ada 2 titik.

Disinggung perihal area rawan genangan, Joko Lelono mengungkapkan, bila pada masa dahulu di seputaran UGM, tepatnya di Kalimambu kerap terjadi genangan, kini potensi itu sudah begitu minim.

Karena di area itu sudah dibuat embung kecil, untuk menampung air dan menyalurkannya.

Baca Juga:Cuti Bersama Dipangkas, Pemkab Sleman Yakini Tidak Akan Ada Masalah

"Jadinya sudah tidak pernah banjir lagi di wilayah UGM," ujarnya.

Pihaknya selanjutnya mengimbau, agar masyarakat yang berdomisili di wilayah rawan longsor, khususnya di Kapanewon Prambanan dan lereng Merapi untuk menerapkan budaya sadar bencana.

"Apabila nantinya sudah keluar semacam aliran air di tekuk lereng, maka segera saja untuk menghindari lereng tersebut. Karena dimungkinkan itu adalah bidang gelincir, yang memungkinkan memicu terjadinya longsor," kata dia.

Saat kondisi hujan dengan intensitas cukup lebat, diharapkan pula untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan terapkan SOP mitigasi kebencanaan, di wilayah masing-masing. 

Kontributor : Uli Febriarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak