Tidak diketahui pasti kapan vaksinasi untuk pelaku wisata di Kabupaten Bantul akan selesai dilaksanakan dan berapa banyak jumlah yang disediakan. Namun, program vaksinasi sendiri juga terbagi dalam beberapa segmentasi. Seperti dari program nasional maupun instansi lainnya.
"Kita nanti akan masih melihat perkembangan positif ke depan terkait dengan vaksinasi ini," imbuhnya.
Kedepannya, Kwintarto akan melihat kepada efektivitas dan dampak positif dari vaksinasi ini. Jika terbukti memberikan dampak yang baik untuk industri wisata maka secepatnya secara berangsur-angsur pariwisata dapat diperluas.
Sementara saat ini, sektor pariwisata sendiri masih terbatas dengan kebijakan PPKM. Meski demikian, Kwintarto mengakui jika selama dua minggu terakhir terjadi lonjakan pengunjung di destinasi wisata yang dikelola pemerintah. Terutama di Pantai Parangtritis.
Baca Juga:Jokowi Disambut Petruk di Bantul, Butet Jawab Komentar Soal Hidung Panjang
Jika biasanya di hari Senin sampai Jumat terkadang mencapai 1.000 atau kurang, selama dua minggu sebelumnya bisa mencapai angka 1.400 hingga 1.800. Dimana pada masa sebelum pandemi mencapai angka 3.000 hingga 4.000.
"Kalau dari angka di dua minggu terakhir ada tambahan di obyek yang dikelola pemerintah. Terutama di Parangtritis ada lonjakan pengunjung," ujar Kwintarto saat dihubungi wartawan Kamis (11/3/2021).
Program vaksinasi secara nasional diharapkan akan mencapai seluruh masyarakat nasional. Sehingga harapannya jika ada pelaku wisata yang tidak menerima vaksin dari program dinas pariwisata bisa menerima vaksin dari program lainnya.
Secara prinsip pihaknya akan terus melakukan pengusulan dan melakukan pendataan kepada pelaku usaha terkait penerimaan vaksin. Harapannya semua yang melakukan pelayanan dapat menerima vaksin terlebih dahulu.
"Mudah-mudahan vaksin ini efektif untuk menangkal corona. Yang kedua lalu tumbuh kepercayaan dari semua sektor tidak hanya personal tapi juga pemangku kebijakan," tukasnya.
Baca Juga:Pantau Vaksinasi Seniman di Bantul, Ini Harapan Jokowi