Pariwisata Mulai Bergeliat, PHRI Sebut 35 Persen Pendapatan Hotel dari MICE

Meetings, Incentives, Conferencing, Exhibitions (MICE) menjadi salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah guna ikut mendorong kebangkitkan para pelaku wisata.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 17 Maret 2021 | 20:53 WIB
Pariwisata Mulai Bergeliat, PHRI Sebut 35 Persen Pendapatan Hotel dari MICE
Tanda cinta "From Jogja with Love" dari hotel di Jogja - (ist)

Selain diberikan rute rekomendasi dari pihak hotel, pengunjung juga diperbolehkan untuk bersepeda dengan rute yang telah ditentukan sendiri.

"Sudah 6 kali [orderan paket sepeda dalam sebulan terakhir]. Ada yang dari Nanggulan, Kulon Progo sebanyak 4 kali, Selopamioro, Imogiri 2 kali. Itu adalah trik-trik kita untuk wisatawan bisa datang ke Jogja. Karena itu tadi daya beli masyarakat juga berkurang," ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Singgih Raharjo menuturkan beberapa waktu terakhir kondisi industri pariwisata khususnya perhotelan di Jogja sudah terlihat mengalami pergerakan.

Singgih menyebut kehadiran pemerintah memang bisa dibilang berpengaruh terhadap pergerakan ekonomi sektor pariwisata itu sendiri. Mulai dari menggelar acara hingga rapat kecil di hotel itu memberi dampak yang positif.

Baca Juga:Diprediksi Pariwisata Bali Bangkit Pertengahan 2021, jika...

"Saya amati sudah ada pergerakan untuk perhotelan. Jadi pemerintah sendiri sudah mulai menggunakan hotel untuk melakukan meeting kecil. Jadi Dinpar sudah mulai di bulan Februari kemarin dan temen-temen OPD yang lain juga kami minta untuk segera menggunakan fasilitas hotel untuk meeting-meeting kecil dan prokes itu dijaga betul," ujar Singgih.

Meskipun memang masih dalam skala yang kecil tapi kegiatan itu dinilai bisa menunjukkan adanya aktivitas kepariwisataan di Jogja. Selain juga membantu para pelaku wisata khususnya di perhotelan dalam melaksanakan usahanya selama masa-masa sulit ini

"Walaupun masih kecil namun tidak apa-apa, ini menunjukkan bahwa Jogja aktivitas kepariwisataannya itu berjalan terus, tidak stagnan atau tidak berhenti begitu," ucapnya.

Singgih menyampaikan program atau kegiatan pemerintah dengan mendukung perhotelan di DIY itu baru lebih mengarah ke Meetings, Incentives, Conferencing, Exhibitions (MICE). Hal itu juga mempertimbangkan kondisi yang belum sepenuhnya pulih.

Pemerintah pun kata Singgih, juga melakukan berbagai upaya dalam melaksanakan kegiatan secara langsung agar tidak melanggaran aturan protokol kesehatan. Termasuk dengan membagi peserta acara jika memang melebihi jumlah standar yang sudah ditentukan.

Baca Juga:Pemkot Denpasar Genjot Vaksinasi Covid-19 Percepat Pemulihan Pariwisata

"Jadi acaranya akan dilaksanakan secara hybrid kalau pesertanya banyak. Artinya nanti ada yang memang datang langsung atau on location itu paling hanya 30an orang dan yang lain mengikuti secara online," tandasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak