Gusti Prabu tidak dirawat di RS Panti Rapih. Dirinya langsung dirujuk ke RSUP Dr Sardjito untuk menjalani pemulihan.
"Saya dimasukkan ke ruang ICCU dan dirawat sampai 23 hari. Di ruangan itu sangat mengerikan bagi saya, sepintas-sepintas ada yang datang (perawat) membawa jenazah. Seperti itu tiap hari," kenang Gusti Prabu.
Selama berjuang menghadapi Covid-19 Gusti Prabu sudah dinyatakan sembuh dan dipindah ke salah satu paviliun di RSUP Dr Sardjito. Saat yang bersamaan, istri Gusti Prabu juga terkonfirmasi Covid-19 dan dirawat di RS yang sama.
Gusti Prabu dinyatakan sembuh oleh dokter, namun sang istri tak selamat. BRay Prabukusumo meninggal dunia karena Covid-19 pada 8 Desember 2020.
Baca Juga:Komentari Surat Pemecatan, Sri Sultan Sebut Gusti Prabu Makan Gaji Buta
Nyaris putus asa
Kesedihan tak terbendung dari Gusti Prabu, dari ujian itu dia mencoba terima dan mengikhlaskan kepergian istrinya.
Tak hanya itu, dalam pemulihan, Gusti Prabu sempat putus asa. Pasalnya dia sempat tak bisa merasakan kakinya dan menduga akan lumpuh total.
"Waktu saya merasa lumpuh itu, pikiran saya sudah kacau. Bayangan saya habis semua. Waduh saya tidak bisa kerja, saya tidak produktif lagi," ujar Prabukusumo.
Dirinya tak menampik sempat marah kepada Tuhan. Gusti Prabu bercerita dirinya yang sudah berjuang untuk masyarakat mengapa diberikan ujian itu.
Baca Juga:Bantah Pecat Gusti Prabu, Ini Penjelasan Keraton Yogyakarta
![Suasana jelang pemakaman GRAy Prabukusumo yang akan dimakamkan di makam keluarga Keraton Yogyakarta di Kotagede, Rabu (9/12/2020). [Kontributor / Putu Ayu Palupi]](https://media.suara.com/pictures/original/2020/12/09/63079-pemakaman-gray-prabukusumo.jpg)
"Dua Minggu (dirawat) saya sempat tak terima sama Gusti Allah, rasanya saya masih tidak terima, mencari uang, melindungi masyarakat Jogja kayak gini, delapan bulan kerja di tengah Covid-19, lha kok saya yang kena, korbannya malah istri saya," ujarnya dengan suara lirih.