Di Tengah Pandemi Covid-19, Sejumlah Warga Wonokromo Terinfeksi Cikungunya

gejala para pasien yang terjangkit cikungunya adalah demam tinggi. Ada juga yang mengalami sakit kepala tak tertahankan, muncul bintik-bintik merah, hingga mual.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora
Kamis, 15 April 2021 | 21:05 WIB
Di Tengah Pandemi Covid-19, Sejumlah Warga Wonokromo Terinfeksi Cikungunya
Ilustrasi penyakit chikugunya yang disebabkan oleh nyamuk. (Shutterstock)

"Padahal, saat itu di dusun tersebut belum jadwalnya. Daripada terjadi hal tidak diinginkan, maka jadwal PSN dimajukan dan dipercepat," ungkap dia.

Terpisah, Kepala Puskesmas Pleret, Erni Rochmawati mengatakan sudah melakukan penyelidikan epidemiologi terkait infeksi cikungunya di wilayahnya. Pihaknya juga telah mendata terhadap orang yang diduga terinfeksi penyakit ini.

"Nantinya yang masih ada gejala diperiksa menggunakan rapid test cikungunya sampling. Untuk fogging, dinas masih menunggu hasil penyelidikan epidemiologi dan hasil sampling rapid," jelas Erni.

Baca Juga:Belum Terima Vaksin, Pedagang di Bantul Akui Masih Khawatir Berjualan

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak