Nantinya jika memang guru atau siswa yang bersangkutan masih masuk atau berasal dari zona Covid-19 berwarna oranye atau merah ada kebijakan khusus, disarankan yang bersangkutan untuk tidak masuk ke sekolah dulu.
"Kalau memang [guru dan siswa] di situ masih zona oranye atau merah ya sebaiknya tidak masuk dulu. Tapi tetap dilayani dengan pembelajaran jarak jauh," imbuhnya.
Jika memang ada temuan kasus Covid-19 di sekolah, kata Didik, tidak akan mengubah sepenuhan keputusan pembelajaran tatap muka di DIY.
Namun memang pihaknya tetap masih akan tetap melihat hasil evaluasi secara keseluruhan dari pelaksanaan pembelajaran tatap muka tersebut.
Baca Juga:9 Sekolah di DIY Mulai Uji Coba KBM Tatap Muka, Evaluasi Setiap Pekan
"Saya kira tidak berpengaruh secara keseluruhan mungkin hanya sekolah itu saja. Jadi itu yanya tingkat sekolah tapi ya kita lihat nanti hasil evaluasinya seperti apa. Tapi prinsipnya saya kira tidak akan sampai mengubah kebijakan kan kita bisa petakan penyebabnya seperti apa, nanti bisa kita lihat," terangnya.
Didik menambahkan para siswa yang sudah mengikuti kegiatan uji coba pembelajaran tatap muka tidak melakukan skrining. Namun hanya tetap dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.
"Semoga uji coba bisa berjalan lancar. Sehingga kita tidak perlu dirundung ketakutan terhadap Covid-19 tapi kita tegak dengan adaptasi kebiasaan baru tersebut dan proses belajar mengajar bisa terus berjalan. Walaupun mungkin Covid-19 belum mereda. Tetapi mudah-mudahan vaksinasi juga terus bisa dilakukan sehingga tahun ajaran baru kita bisa buka [semua sekolah]," tandasnya.
Senada, Kepala Sekolah SMK N 1 Depok Suprapto memastikan siswa di sekolahnya tidak melakukan skrining baik dengan GeNose atau rapid tes antigen. Namun pihaknya telah melakukan skrining tersendiri.
"Hanya kami skrining sendiri dari sekolah. Artinya kita mengacu kepada skrining yang diberikan dari kepada dinas kesehatan itu secara google form. Kita kirim ke orang tua dan anak-anak untuk diisikan. Sehingga ada juga anak-anak yang ada gejala flu dan seterusnya tidak hadir di sekolah tapi tetap pembelajaran dari rumah," ungkap Suprapto.
Baca Juga:Pemda DIY Mulai Uji Coba KBM Tatap Muka Besok, Satu Sekolah Batal Ikut
Disebutkan Suprapto, tatap muka yang dikhususkan bagi siswa kelas X dan XI itu dilakukan dengan pelaksanaan prokes yang ketat. Serta tentu dengan telah dilakukan simulasi terlebih dahulu sebelumnya.