Perjuangan Buruh Gendong Pasar Beringharjo Jalani Puasa di Tengah Pandemi

Buruh Gendong di pasar Beringharjo hadapi tantangan besar, jalani ibadah puasa Ramadhan di tengah pandemi covid-19 yang membuat penghasilannya menurun drastis

Galih Priatmojo | Mutiara Rizka Maulina
Senin, 26 April 2021 | 12:56 WIB
Perjuangan Buruh Gendong Pasar Beringharjo Jalani Puasa di Tengah Pandemi
Buruh gendong di Pasar Beringharjo saat menunggu pelanggan di dekat tangga Senin (26/4/2021). [Mutiara Rizka M / SuaraJogja.id]

Sehari-hari ia pergi dari Pasar Beringharjo menuju ke rumahnya di Wates, Kulonprogo dengan bus. Untuk perjalanan pulang dan pergi, Sugiyarti harus merogoh kocek hingga Rp16.000. Ia berangkat dari rumahnya antara pukul 02:30 - 03:00 WIB, dan harus sampai di Pasar Beringharjo antara pukul 04:00 WIB. Sugiyarti akan pulang lagi ke rumahnya pada pukul 15:00 WIB.

Meskipun sudah memiliki anak dan cucu, Sugiyarti tetap ingin bekerja di pasar sebagai buruh gendong, guna meningkatkan pendapatan keluarga. Anaknya sendiri sudah meminta agar ibunya tinggal dan bekerja di rumah. Namun, karena merasa tidak ada pekerjaan yang cocok untuknya, Sugiyarti tetap bekerja sebagai buruh gendong.

"Saya kalau disuruh ikut orang gak bisa, kalau suruh jualan saya mikirnya kalau rugi tidak bisa menerima bebannya," tukasnya.

Baca Juga:Curhat Buruh Gendong Jogja, Bawa Barang 50 Kg Hanya Dibayar Rp 5 Ribu

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak