alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gunung Merapi 11 Kali Keluarkan Lava ke Barat Daya, Jarak Maksimal 1,2 Km

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana Selasa, 04 Mei 2021 | 09:24 WIB

Gunung Merapi 11 Kali Keluarkan Lava ke Barat Daya, Jarak Maksimal 1,2 Km
Lava pijar berguguran dari puncak Gunung Merapi terlihat di Turi, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (25/4/2021). [ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah]

Dalam periode 6 jam tersebut visual Gunung Merapi terlihat jelas. Asap kawah sempat teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 100 meter di atas puncak kawah.

SuaraJogja.id - Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus berlangsung. Selain lava yang terus keluar, sempat teramati juga beberapa kali luncuran awan panas guguran.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, mengatakan dalam periode pengamatan terbaru Selasa (4/5/2021) pukul 00.00 WIB - 06.00 WIB teramati sejumlah guguran lava dari puncak Merapi. Seluruh guguran lava itu masih menuju ke arah barat daya.

"Teramati 11 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.200 meter ke arah barat daya," ujar Hanik dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/5/2021).

Dalam periode 6 jam tersebut visual Gunung Merapi juga terlihat jelas. Asap kawah sempat teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 100 meter di atas puncak kawah.

Baca Juga: Sejak Dini Hari Gunung Merapi Keluarkan 3 Kali Awan Panas ke Barat Daya

Selain itu sejumlah kegempaan terus terjadi dalam periode tersebut. Di antaranya ada kegempaan guguran sebanyak 43 kali, hembusan 6 kali, hybrid atau fase banyak sejumlah 2 kali dan tektonik jauh 1 kali.

Sementara itu dalam periode pengamatan sebelumnya atau tepatnya pada Senin (3/5/2021) pukul 00.00 WIB - 24.00 WIB awan panas guguran sempat muncul. Luncuran awan panas itu mengarah ke barat daya.

"Teramati 3 kali awanpanas guguran dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter ke arah barat daya," ujarnya.

Dalam periode pengamatan yang sama atau 24 jam tersebut, teramati juga guguran sejumlah lava dari puncak Merapi. Arah luncuran lava kali itu masih menuju ke barat daya.

"Teramati 18 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter ke arah barat daya," ucapnya.

Baca Juga: Dalam 24 Jam Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas hingga 2 Km, Lava 20 Kali

Selain kegempaan yang diakibatkan oleh awan panas guguran itu tercatat juga kegempaan lainnya. Mulai dari kegempaan guguran sejumlah 144 kali, lalu ada hembusan 7 kali, hybrid atau fase banyak sejumlah 14 kali dan vulkanik dangkal 1 kali.

Hanik menambahkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Kali Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. Sementara potensi bahaya pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

Sedangkan untuk kemungkinan jika terjadi lontaran material vulkanik saat terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

"Untuk yang berada di luar potensi daerah bahaya saat ini kondusif untuk beraktivitas sehari-hari," imbuhnya.

Selain itu kegiatan penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III juga tetap direkomendasikan untuk dihentikan sementara waktu.

Ditambah dengan imbauan kepada pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Gunung Merapi termasuk kegiatan pendakian ke puncak dalam kondisi saat ini.

Perlu diketahui juga hingga saat ini, BPPTKG masih menetapkan status Gunung Merapi pada Siaga (Level III). Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait