alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah Warga Lapas Cebongan Mencari Tuhan, 4 Bulan Mualaf Ingin Jadi Hafidz

Galih Priatmojo Rabu, 05 Mei 2021 | 17:24 WIB

Kisah Warga Lapas Cebongan Mencari Tuhan, 4 Bulan Mualaf Ingin Jadi Hafidz
Seorang warga binaan Lapas Kelas II B Cebongan sedang praktik salat, di masjid Lapas, Rabu (5/5/2021). (kontributor/uli febriarni)

Sejumlah penghuni Lapas Kelas II B Cebongan Sleman bercerita tentang jalan mereka menemukan Tuhan

"Saya ingin cepat khatam Al Quran," ujar AS, matanya berbinar saat berbicara kali ini.

Lelaki yang sudah pernah merantau ke sejumlah tempat di luar Pulau Jawa itu mengingat-ingat. Bahwa ada pengalaman emosional tersendiri yang ia rasakan kala mempelajari huruf hijayah.

"Susah untuk menghafalnya, selain itu ada panjang pendek. Saya sempat mikir 'Kenapa to kok harus panjang pendek?', Sempat hampir putus asa," kata dia. 

Kesulitan dan tantangan itu, nyatanya tak mengendurkan semangat AS. Ia terus mempelajari huruf hijayah dan memfasihkan lafal. Sebab ia tahu, membaca iqro' begitu mengena batinnya, membuatnya tenang.

Baca Juga: Tak Ada Overcapacity, Jumlah Warga Binaan Lapas Cebongan Turun Saat Pandemi

Setelah belajar iqro', AS mengikutinya dengan belajar salat dan hafalan surah pendek. Rasa tenang semakin memenuhi batinnya.

Ia menyebut, ada beberapa surat pendek yang sudah berhasil ia hafalkan. Mulai dari Al Fatihah, Al Fil, Ad Dhuha, surat An nas. Dari beberapa surat tersebut, Al Fatihah menjadi surat favoritnya.

"Dalam surat Al Fatihah, ada kekuasaan Allah. Dulu saya berpikiran Tuhan itu sebetulnya ada atau enggak, ternyata Allah itu ada," tuturnya.

Rutin mempelajari bacaan dan cara membaca Alquran, membuat AS perlahan bisa mengontrol dirinya. Ia tak menolak menyebut, bahwa dirinya sebelum ini bisa disebut sebagai orang yang temperamental.

"Sebagai muslim saya ingin umrah. Saya ingin belajar ngaji, salat. Step by step saya ingin lebih baik. Setelah umrah saya ingin haji," ucapnya.

Baca Juga: Petugas Gabungan Gelar Razia di Lapas Cebongan, Ini yang Ditemukan

AS merupakan warga binaan yang diganjar hukuman bui selama tiga tahun, akibat nekat melanggar pasal 372 KUH Pidana (penggelapan).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait