Kekeringan Melanda, Warga Kanigoro Tempuh Jarak 2 Km Berburu Pipa PDAM yang Bocor

Ada pemandangan miris saat melintas di Kalurahan Kanigoro menuju Kalurahan Krambilsawit, Kapanewon Saptosari, Gunungkidul.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Selasa, 01 Juni 2021 | 14:49 WIB
Kekeringan Melanda, Warga Kanigoro Tempuh Jarak 2 Km Berburu Pipa PDAM yang Bocor
Warga Gunungkidul kekeringan, mengantre rembesan air dari pipa PDAM di Kalurahan Kanigoro menuju Kalurahan Krambilsawit, Kapanewon Saptosari, Gunungkidul - (Kontributor SuaraJogja.id/Julianto)

Namun kali ini, akibat pandemi Covid19 yang masih berlangsung warga berusaha seirit mungkin menggunakan air. Mereka sedapat mungkin mengurangi anggaran untuk membeli air. Karena ekonomi tengah susah sehingga untuk membeli air harus mereka minimalisir.

Warga yang lain, Rebiyati (56) mengaku setiap hari ia mendatangi pipa bocor PDAM itu dengan membawa dua jeriken bersama warga lain. Pipa PDAM yang bocor itu terus mengeluarkan air sehingga warga dapat mengambil air tersebut setiap saat untuk kebutuhan.

"Baru musim kemarau ini, tahun kemarin belum bocor. Ya alhamdulillah bisa mendapat air bersih tanpa beli," kata Rebiyati.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki mengatakan, telah melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi diantaranya PDAM, kapanewon, hingga Pamaskarta (Paguyuban Air Minum Masyarakat Yogyakarta). Nantinya tiap instansi akan menyiapkan langkah mengatasi kekeringan sesuai ketugasan masing-masing.

Baca Juga:Tak Sempat Menghindar, Mbah Suparman Meninggal Terlindas Jip yang Tak Kuat Menanjak

"Langkah tersebut juga disiapkan sesuai kemampuan tiap instansi. Kami juga akan memetakan wilayah rawan kekeringan juga dilakukan bersama kapanewon. Biasanya yang berpotensi kekeringan adalah wilayah yang belum ada jaringan PDAM dan Pamaskarta, hanya mengandalkan tampungan air hujan," jelasnya.

BPBD Gunungkidul pun sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp700 juta untuk penanganan kekeringan tahun ini. Menurut Edy, sebagian besar anggaran digunakan untuk kebutuhan penyaluran (dropping) air bersih. Besaran anggaran tiap tahunnya hampir sama.

Namun, penggunaan anggaran tersebut bergantung kebutuhan hingga lamanya dampak kekeringan yang timbul. Seperti tahun lalu serapannya hanya sekitar Rp 350-400 juta, sebab musim keringnya cenderung pendek.

Kontributor : Julianto

Baca Juga:Minggu Sore, Puluhan Wisatawan Pantai di Gunungkidul Tersengat Ubur-Ubur

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak