alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ketersediaan Tempat Tidur Pasien Covid-19 Menipis, Begini Langkah Antisipasi Sleman

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana Sabtu, 19 Juni 2021 | 13:25 WIB

Ketersediaan Tempat Tidur Pasien Covid-19 Menipis, Begini Langkah Antisipasi Sleman
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo. - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Saat ini hanya ada 1 tempat tidur tersisa dari jumlah 56 tempat tidur critical yang disiapkan di semua RS.

SuaraJogja.id - Keberadaan tempat tidur critical bagi pasien Covid-19 di Kabupaten Sleman semakin menipis. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menunjukkan, saat ini hanya ada 1 tempat tidur tersisa dari jumlah 56 tempat tidur critical yang disiapkan di semua RS.

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo menyebutkan, tempat tidur bagi noncritical bagi pasien Covid-19 terisi 60%. Dengan demikian masih ada kuota 40%. Namun dari hasil koordinasi Dinkes Sleman bersama Sekda, selain pihaknya akan meminta RS untuk kembali menambah kapasitas critical, mereka juga akan meminta agar pasien dengan status gejala tidak terlalu berat untuk diturunkan ke noncritical, artinya isolasi biasa.

"Saya mengistilahkan [saat ini] isolasi critical kritis," ungkapnya pada Jumat (18/6/2021).

Ia mengungkapkan, di Rumah Sakit Akademik UGM diketahui masih ada ruangan yang bisa digunakan untuk melakukan isolasi bagi pasien critical. Dari sekitar 40 kapasitas yang ada, saat ini baru terisi lebih kurang 24 tempat tidur. Demikian juga pihaknya akan berkoordinasi dengan RSUP Dr Sardjito, untuk bisa menambah kapasitas tempat tidur critical bagi pasien Covid-19.

Baca Juga: Update Pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet: Bertambah 218 orang

"Tapi kendala di RSA UGM ini SDM kurang, ini yang nanti akan kami atur bagaimana supaya kami bisa support membantu RSA, agar bisa membuka isolasi critical," ujarnya.

Menurut Joko, ruang perawatan pasien critical memerlukan SDM dengan kompetensi yang lebih spesifik. Selain itu, untuk satu tempat tidur critical bagi pasien Covid-19, dengan penerapan gilir jaga, maka diperlukan 12 perawat. Asumsinya, dalam setiap satu jadwal jaga, ada tiga orang perawat yang bertugas.

"Mau menambah isolasi critical, ruang ada, tapi tenaga tidak ada. Kalau untuk rekrutmen belum, karena pelatihannya sendiri saja minimal 6 bulan untuk perawat spesifik ruang critical," tuturnya.

Selain opsi menambah kapasitas tempat tidur di RS-RS DIY, Pemkab Sleman akan berkoordinasi dengan RS di luar Sleman dan luar DIY, yang memiliki sisa tempat tidur critical bagi pasien Covid-19. Karena tidak dipungkiri, selama ini sejumlah daerah terdekat dengan Sleman, juga menggunakan faskes di sini, saat ketersediaan tempat tidur di daerah mereka habis.

"Kalau di kota [Kota Jogja] masih ada [tempat tidur RS] ya kami kirim [rujuk]. Tapi tidak bisa jagakke, harus tetap berusaha menambahkan [kapasitas tempat tidur]," tandasnya.

Baca Juga: Pasien COVID-19 Bali Tersisa 5 persen, 46.029 Orang Sembuh Corona

Kontributor : Uli Febriarni

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait