Dirinya juga menjawab kicauan warganet lainnya yang menyebut bahwa danais dimanfaatkan untuk membuat pagar.
"Danais e nggo gawe pager, woyo2, lan koordinasi," ungkap warganet tersebut.

Lalu, GKR Condrokirono menyatakan, "Danais sdh di potong dr thn lalu utk Covid19."
Di samping itu, perempuan 46 tahun tersebut menjelaskan pula alasan dibuatnya pagar di Alun-Alun Utara, yang berlokasi di depan Keraton Jogja.
Baca Juga:8 Potret GKR Hayu, Putri Keraton yang Curhat Disebut Kampungan di Jakarta
Penjelasan itu ia berikan untuk warganet yang menanyakan kegunaan pagar tersebut, berawal ketika, selain Dandhy Laksono, sebelumnya kutipan Sultan tadi juga diunggah akun @ugmtoday pada Sabtu (3/7/2021).

"Bentuk tim satgas covid sekaligus sediakan dananya [tanda silang]
Bentuk tim satgas dananya cari sendiri [tiga tanda centang]," cuit @ugmtoday.
Beberapa warganet pun menanggapi kicauan itu dengan beragam pertanyaan soal danais hingga pemagaran Alun-Alun Utara.
"WQWQ ADA YANG BILANG Daerah kita istimewa beda ma daerah lain. Saking istimewanya sampe rakyat nya mikirin diri sendiri. Tapi pembangunan diutamakan. Danais dipake untuk pembangunan kebudayaan. Ya emg buat kedepan. Tapi saiki ono le luwih darurat timbang mageri lapangan," cuit seorang warganet.
"Beneran tanyaa, itu mageri lapangan buat apa sih fungsinya? Alkid ga sekalian tuh dipagerin juga? Wkwk," tambah yang lainnya.
Baca Juga:RS Pratama Jogja Bakal Jadi Rumah Sakit Rujukan Covid-19, tapi Tunggu Ini Dulu
Untuk kedua twit tersebut, GKR Condrokirono menerangkan, alun-alun yang berada di depan Keraton itu merupakan pekarangan rumah bagi Raja, sehingga perlu dijaga.