facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Hotel di Sleman Tawarkan Paket Isoman, Dongkrak Okupansi di Tengah Pandemi

Galih Priatmojo Selasa, 13 Juli 2021 | 16:15 WIB

Hotel di Sleman Tawarkan Paket Isoman, Dongkrak Okupansi di Tengah Pandemi
Ilustrasi Hotel (gettyimages)

Hotel di Sleman tawarkan paket Isoman

SuaraJogja.id - Merespon situasi rumah sakit dan shelter isolasi pasien Covid-19 di DIY yang penuh, sejumlah hotel menawarkan paket isoman di tengah terpuruknya industri perhotelan saat ini. 

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI DIY Deddy Eryono mengungkapkan setidaknya ada 3 hotel berbintang yang menawarkan paket isoman bagi penderita Covid-19. Semua hotel tersebut berada di Kabupaten Sleman.

"Dari informasi yang saya terima ternyata responnya cukup bagus. Okupansinya tinggi,"papar Deddy, Selasa (13/7/2021).

Deddy menyatakan paket Isoman untuk penderita covid-19 bisa menjadi alternatif bisnis untuk menolong industri perhotelan yang saat ini terpuruk. Terlebih saat ini banyak rumah sakit ataupun shelter dari pemerintah yang yang sudah penuh merawat pasien covid-19.

Baca Juga: Sleman Ubah Inbup Penerapan PPKM Darurat, Tak Boleh Ada Hajatan

Hanya saja, untuk hotel isoman tidak semudah yang mereka bayangkan. Tanpa ada dukungan pemerintah, hotel Isoman sulit terwujud. Karena hal ini perlu pendampingan pemda misal limbah-limbah medis dari karyawan atau dari tamu-tamu akan dibuang dimana serta tentunya tekhnis penanganan secara medisnya harus ada yang spesifik.

"Makanya belum banyak hotel yang menawarkan paket Isoman," tambahnya.

Harus penuhi syarat prokes

Kepala Bidang Pengembangan SDM dan Usaha Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Nyoman Rai Safitri mengakui jika ada 3 hotel berbintang di Sleman yang menawarkan paket Isoman untuk pasien covid-19, namun ia meminta agar nama hotel tidak disebutkan. Alasannya belum semua masyarakat memiliki pemahaman yang sama.

Rai mengatakan, hotel yang menawarkan Isoman tersebut memang permintaan dari pemerintah Kabupaten Sleman. Mengingat saat ini rumah sakit untuk merawat pasien covid-19 sudah penuh dan shelter-shelter yang disediakan oleh pemerintah juga hampir penuh.

Baca Juga: Beban Nakes Overload, RS di Sleman Dibantu Relawan dari Perguruan Tinggi

" Hotel yang bersedia juga sangat membantu pemerintah," terangnya.

Tentunya hotel yang bersedia nanti akan diverifikasi terlebih dahulu kesiapannya oleh satgas kabupaten. Intinya yang akan dipastikan dalam verifikasi adalah menggunakan prokes yang menjamin tidak terjadinya kebocoran atau pertumbuhan kasus baru. Misalnya akses terpisah dari tamu umum, perlakuan laundry, peralatan makan minum, memastikan tamu stay di kamar, petugas juga menggunakan APD lengkap.

Dalam operasionalnya, hotel-hotel tersebut akan membebankan biaya kepada para pasien covid-19 yang ingin mendapatkan fasilitas isoman di tempat mereka. Dari pantauan yang ia lakukan, tarif untuk kamar isoman beragam mulai dari Rp2 juta hingga Rp5 juta berdasarkan paket lama tinggal dan kamar yang digunakan.

"Kamarnya itu Superior dan paketnya 5 atah 7 hari,"ungkapnya.

Meskipun ada tarif yang diberlakukan oleh pihak hotel, nyatanya respon masyarakat untuk melakukan isolasi mandiri di kamar hotel ternyata cukup bagus. Dia mencontohkan salah satu hotel berbintang yang menawarkan 144 kamar isoman ternyata seringkali penuh dan rata-rata tingkat hunian di atas 100 kamar.

Menurutnya tingkat hunian yang cukup bagus tersebut sebenarnya bisa menjadi alternatif bisnis kalangan perhotelan di tengah keterpurukan industri ini. Pengusaha hotel dapat terus mengoperasionalkan hotel mereka meskipun persyaratannya sedikit lebih rumit.

Isoman bagi OTG

Terpisah, kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan menuturkan salah satu syarat utama untuk isoman di hotel adalah pasien covid-19 yang masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) dan hotel tersebut bekerjasama dengan rumah sakit jika sewaktu-waktu dalam keadaan darurat.

"Untuk pemberian obat tentu juga bekerjasama dengan dokter dan apotek yang berkompeten di bidangnya,"ujar dia. 

Kontributor : Julianto

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait