alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Stok Vaksin Covid-19 di Sleman Menipis Hanya Cukup Digunakan 4 Hari Kedepan

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana Kamis, 22 Juli 2021 | 14:30 WIB

Stok Vaksin Covid-19 di Sleman Menipis Hanya Cukup Digunakan 4 Hari Kedepan
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Stok vaksin di Sleman menipis

SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman menyebut ketersediaan stok vaksin di wilayahnya mulai menipis. Saat ini ketersediaan vaksin Covid-19 hanya dapat digunakan untuk pelayanan selama 4 hari lagi.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo saat dikonfirmasi awak media, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan data yang dipunya vaksin yang ada saat ini hanya menyisakan sekitar 26 ribu dosis. 

"Stok vaksin tinggal sekitar 26 ribu dosis, tinggal untuk pelayanan selama 4 hari. Semoga segera datang lagi," kata Joko.

Mengenai cakupan program vaksinasi Covid-19 sendiri, Joko menyatakan sebanyak 300 ribu lebih warga di Bumi Sembada telah mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19 tahap pertama. Saat ini program vaksinasi terus digencarkan untuk membentuk herd immunity.

Baca Juga: Juli Belum Usai, TRC BPBD Sleman Sudah Makamkan 500-an Jenazah dengan Protokol Covid-19

"Kalau capaian vaksinasi hingga data per 21 Juli 2021 kemarin untuk total [yang sudah mendapat vaksin Covid-19 di Sleman] dosis pertama sebanyak 327.239 orang atau berkisar 37,08 persen. Sedangkan dosis kedua sejumlah 138.263 atau 15,67 persen," ujarnya. 

Joko merinci pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Sleman sudah menyasar lima kelompok masyarakat. Mulai dari vaksinasi yang menyasar SDM Kesehatan, pelayan publik, lansia masyarakat umum hingga yang terbaru remaja atau anak-anak.

Capaian vaksinasi bagi SDM kesehatan sendiri, kata Joko sudah melebihi prosentase 100 persen. Baik untuk dosis pertama maupun dosis kedua.

"Untuk SDM Kesehatan itu dosis pertama sudah 19.861 atau sebesar 121,29 persen. Lalu dosis kedua sendiri sudah 17.722 orang atau 108,23 persen," tuturnya. 

Disampaikan Joko, sebenarnya untuk dosis pertama bagi pelayan publik juga telah mencapai prosentase lebih dari 100 persen. 

Baca Juga: KH Sami'an Dibilang Wafat Usai Hirup Napas Pasien Covid-19, PCNU Sleman Lapor ke Polda DIY

Tepatnya sebesar 172,10 persen setara dengan 181.789 orang yang telah mendapat suntikan dosis pertama. Namun untuk dosis kedua pelayan publik baru menyentuh angka 71.985 atau sekitar 68,15 persen.

Kelompok masyarakat kategori lansia juga belum berjalan secara maksimal. Hal itu terlihat dari data yang ada yakni dosis pertama lansia baru 56,22 persen atau sekitar 70.238 orang sedangkan dosis kedua lebih rendah lagi yakni baru 36,83 persen atau 46.010 orang.

Capaian vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat umum dan anak-anak atau remaja tercatat masih sangat rendah. 

Untuk masyarakat umum dosis pertama baru ada 51.150 orang atau 9,52 persen saja. Sedangkan dosis kedua juga jauh lebih rendah yakni baru diterima sebanyak 4.802 orang atau 0,89 persen.

"Kalau remaja yang berusia 12-17 tahun. Dosis pertama baru sekitar 4.201 atau 4,27 persen dan belum ada yang mendapatkan dosis kedua," ungkapnya.

Perlu diketahui bahwa vaksinasi Covid-19 yang menyasar anak-anak di Kabupaten Sleman sendiri memang baru dimulai sejak Rabu (14/7/2021) lalu. 

Disinggung mengenai ada atau tidaknya sebaran kasus Covid-19 varian delta di Kabupaten Sleman, Joko mengaku belum mendapat informasi lebih lanjut. 

"Saya belum dapat info resmi, sebaiknya ditanyakan ke Dinkes DIY atau FKKMK UGM," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin menyebut bahwa varian Delta COVID-19 sudah masuk ke DIY. Hal ini menyusul data dari laman Gisaid.org yang mencatat ada 20 varian delta yang ditemukan di DIY.

"Yang kemarin memang betul itu data varian delta di Indonesia sudah cukup banyak," ungkap Gunadi usai bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan HB X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Sabtu (17/07/2021) sore.

Menurut Gunadi, varian delta saat ini memang sudah ditemukan di lebih dari 14 provinsi, termasuk di DIY. Karenanya Kemenkes terus menggencarkan program vaksinasi di Indonesia.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, vaksinasi tidak hanya dilakukan pada 85 persen warga di DIY. Namun seluruh warga DIY yang berhak untuk mendapatkan vaksinasi harus untuk bisa mencapai 100 persen secepat mungkin.

"Vaksinasi kita akan gaspol. Jadi jogja akan kita kejar secepat mungkin," tandasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait