Kasus Meninggal Saat Isoman Tinggi, TRC BPBD DIY: Dorong Pasien Covid-19 Isolasi ke Selter

Indra menilai, seharusnya pasien terkonfirmasi positif Covid-19 terus didorong untuk melakukan isolasi di selter.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 23 Juli 2021 | 15:52 WIB
Kasus Meninggal Saat Isoman Tinggi, TRC BPBD DIY: Dorong Pasien Covid-19 Isolasi ke Selter
Ilustrasi Isolasi Mandiri (Shutterstock)

"Angka meninggal di selter rendah. Rendah, ya ada satu dua tapi jarang. Saya menemukan kasus meninggal di selter selama proses ini baru tiga. Tapi kenapa masyarakat nggak mau didorong ke selter ini persoalan," tegasnya.

Kondisi ini menurutnya berbeda dengan penanganan kasus Covid-19 pada periode awal 2020. Jika sebelumnya jika ditemukan satu warga yang terpapar Covid-19 maka tracing akan dilakukan kepada keluarga.

Jika memang tracing kepada anggota keluarga itu menunjukkan hasil yang juga positif Covid-19. Maka semua akan dijemput ambulans untuk dibawa ke selter.

"Angka meninggal di rumahnya rendah banget waktu itu. Ya ada meninggal di rumah sakit tapi angka meninggal di rumahnya rendah banget," tuturnya.

Baca Juga:Doimu Sedang Isoman? 5 Hal Ini Yang Harus Kamu Perhatikan untuk Menemaninya

Dari data TRC BPBD DIY setidaknya ada 218 pasien Covid-19 yang meninggal dunia di tengah proses isolasi mandiri. Jumlah itu didapat dalam periode 14-21 Juli 2021.

Angka kematian pelaku isoman tersebut yang tertinggi terjadi pada tanggal 20 dan 21 Juli. Setidaknya pada tanggal itu masing-masing ada 36 orang meninggal dunia.

"Jadi 218 itu walnya mereka gejala ringan sampai sedang saja belum berat. Karena memang yang di rumah itu sudah dipastikan hasil diagnosisnya ringan hingga sedang cuma ya memang ada percepatan gejala tadi," tandasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak