Yoga menyebut pemasangan ornamen berbentuk naga ini baru pertama kali dilakukan di kampungnya. Sebelumnya pemasangan pernak-pernik menyambut Hari Kemerdekaan RI hanya sebatas bendera-bendera saja.
"Baru pertama kali. Karena juga naganya kan bikinnya 2020 itu. Sebelumnya, biasanya event-event biasa, lomba-lomba malam kemerdekaan itu ada acara tirakatan, lomba-lomba anak-anak, baca teks proklamasi. Kalau gangnya biasanya pakai bendera-bendera," terangnya.
Selain memanfaatkan layang-layang yang masih ada untuk menghias kampungnya. Disampaikan Yoga, penggunaan naga sebagai ornamen ini terinspirasi dari banyaknya gang di wilayah kampungnya yang di dalamnya terdapat unsur naga.
"Jadi di daerah Gowok itu kan banyak jalan-jalan yang namanya pakai naga. Jadi ada Nogomudo untuk gang kami, Nogorojo, Nogogini, Nogodewo. Nah dari situ temen-temen kan punya pandangan naga nih untuk wilayah kita," paparnya.
Baca Juga:Jangan Sampai Semangat Luntur, Ini 4 Cara Seru Rayakan Semarak 17-an di Rumah
Ditambahkan Yoga, menurut rencana nantinya layangan berbentuk naga ini masih akan terus menghiasi gang kampungnya hingga akhir Agustus mendatang.
Sementara itu, Ibu RT 05/RW 02 Gamar Hani Musaad sangat mengapresiasi kreativitas dari pemuda di wilayah RT-nya. Ia berharap setelah ini akan banyak pemuda-pemuda lain yang ikut berkreasi di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini.
"Jadi ini sebagai bentuk semangat untuk kami bahwa walaupun kami di tengah-tengah pandemi tapi kami masih bisa tersenyum, masih bisa berkreasi dan masih bisa beraktivitas," ujar Hani.