Nestapa Pengayuh Becak di Jogja, Dicekik Pandemi Bertaruh Nyawa di Jalanan

Para pengayuh becak di Jogja harus bertaruh nyawa untuk menghidupi keluarga dan ancaman terpapar Covid-19

Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora
Senin, 23 Agustus 2021 | 13:22 WIB
Nestapa Pengayuh Becak di Jogja, Dicekik Pandemi Bertaruh Nyawa di Jalanan
ilustrasi pengayuh becak. [Ema Rohimah / SuaraJogja.id]

Ia juga mengatakan bahwa ada beberapa rekannya yang meninggal saat menunggu di atas becak. Meski tidak tau penyebab pastinya, kejadian tersebut tak jauh dari kondisi PPKM saat ini.

"Kalau tidak narik, 3-5 hari mau makan apa.  Lama-lama bukan takut karena Corona, tapi takut mati kelaparan," katanya.

Saat ini pengayuh becak tak banyak bisa berharap. Pasrah mungkin menjadi salah satu hal yang dapat mereka lakukan. Uluran tangan memang membantu, namun hanya sedikit meringankan beban hidup mereka di situasi seperti ini.

Baca Juga:Gelang Vaksin Disebut Tak Awet, Begini Penjelasan Pemkot Jogja

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak