Pakar UGM: Capaian Vaksinasi Dosis Kedua Rendah, Masyarakat Belum Perlu Vaksin Booster

Adapun masyarakat yang telah mendapatkan vaksin dosis kedua baru sekitar 18 persen, sehingga diutamakan mengejar capaian vaksinasi.

Eleonora PEW | Rahmat jiwandono
Minggu, 05 September 2021 | 15:45 WIB
Pakar UGM: Capaian Vaksinasi Dosis Kedua Rendah, Masyarakat Belum Perlu Vaksin Booster
Seorang pelajar mengikuti vaksinasi massal di SMAN 1 Teladan Yogyakarta, Minggu (22/8/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

"Jika benar terjadi penurunan maka pemberian booster bisa dipertimbangkan," kata dia.

Kedua, efektivitas vaksin, data yang ada saat ini belum cukup untuk memastikan apakah terdapat penurunan efektivitas vaksin untuk mencegah gejala berat Covid-19 pada sekian bulan setelah dosis kedua dan angka kejadian Covid-19 pada mereka yang sudah mendapatkan vaksinasi dua dosis.

"Lalu bagaimana efektivitas vaksin terhadap varian corona baru yang menjadi perhatian global? Jika ada data penurunan efektivitas vaksin dua dosis, pemberian booster bisa dipertimbangkan," tuturnya.

Ketiga, pasokan vaksin secara global dan nasional. Kebijakan pemberian vaksin booster perlu mempertimbangkan ketersediaan vaksin secara global maupun nasional di suatu negara.

Baca Juga:Studi: Nakes Indonesia 8 Kali Lebih Rentan Terinfeksi COVID-19

“Kalau negara maju mengejar pemberian vaksin dosis ketiga, sementara negara lain saja masih belum mendapatkan dosis pertama. Ini bisa memperparah prinsip kesetaraan nasional dan global dalam akses terhadap vaksin selama pandemi,” tegasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak