alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah Fotografer Jogja, Sepinya Usaha Prewedding hingga Beralih ke Street Photography

Eleonora PEW | Muhammad Ilham Baktora Minggu, 05 September 2021 | 17:44 WIB

Kisah Fotografer Jogja, Sepinya Usaha Prewedding hingga Beralih ke Street Photography
Fotografer yang tergabung dalam paguyuban Pokoke Blangkon mengarahkan wisatawan untuk berpose di sekitar Kantor Gubernur DIY dan Malioboro, Minggu (5/9/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Hanya menawarkan model berpose candid, tak begitu memberi efek, akhirnya Habib mendapat ide dengan memanfaatkan pakaian adat Jogja.

SuaraJogja.id - Terik panas siang itu tidak menjadi halangan bagi dua pria asal Jogja mengatur posisi kamera di depan Kantor Gubernur DI Yogyakarta, Minggu (5/8/2021). Sesekali, mereka mengarahkan para model berpose untuk diambil momen berliburnya.

Lengkap dengan baju lurik dan blangkon untuk model pria, serta pakaian kebaya untuk wanita, para model ini sumringah ketika melihat hasil jepretan fotografer.

Puas di Kantor Gubernur DIY, dua fotografer serta para model yang juga wisatawan itu berpindah ke Malioboro untuk mencari spot foto yang lain. Berbekal sepeda kebo sebagai propertinya, dua wisatawan bersama anak lima tahunnya kembali bergaya di depan kamera.

Hampir puluhan foto yang diambil oleh fotografer ini. Ia juga kadang menghapus beberapa hasil jepretan yang kurang baik.

Baca Juga: Akses ke Pantai Selatan Disekat, Wisatawan Lewat Jalur Tikus

Lebih kurang 30 menit mengambil gambar, keduanya beristirahat sejenak. Habib Fatkhurrahim, salah seorang fotografer menceritakan bagaimana dirinya mulai beralih mencari pelanggan di jalan. Jasa foto untuk prewedding yang sempat dibangun, menjadi sepi karena Covid-19.

"Dulunya kami prewedding, jadi menyasar orang dan pelanggan yang akan melaksanakan pernikahan. Waktu itu ramai karena belum ada pandemi Covid-19 ini," ujar Habib ditemui wartawan, Minggu.

Habib berusaha memutar otak agar bisa bertahan. Keinginan untuk mencari pekerjaan lain sempat terbersit, namun situasi seperti ini cukup sulit menemukan perusahaan yang membuka lowongan.

Habib Fatkhurrahim, fotografer asal Jogja dan juga Koordinator Paguyuban Pokoke Blangkon, memberi keterangan pada wartawan ditemui di depan Kantor Gubernur DIY, Minggu (5/9/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)
Habib Fatkhurrahim, fotografer asal Jogja dan juga Koordinator Paguyuban Pokoke Blangkon, memberi keterangan pada wartawan ditemui di depan Kantor Gubernur DIY, Minggu (5/9/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

"Saya tidak bisa berbuat banyak, hampir ingin menjual alat foto tapi tidak mungkin. Karena pekerjaan saya seperti ini (fotografi)," terang dia.

Meski sempat tak ada job, dirinya membuat foto-foto candid untuk dipublikasikan di akun Instagramnya. Berlatar Malioboro, ia menawarkan foto candid bagi wisatawan yang akan datang ke Jogja.

Baca Juga: Penyekatan di TPR, Begini Modus Wisatawan agar Bisa Tetap Sampai Ke Pantai Gunungkidul

"Karena job prewedding sepi, lalu beralih ke foto jalanan ini, dengan pose candid tiap model atau wisatawan yang datang," terang dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait