Jika pun ada warga yang akhirnya memutuskan membeli kendaraan atau mobil, kata Heky, hanya terkhusus mengalokasikan dana mereka untuk mobil barang saja dalam hal ini pikap.
Tujuannya untuk membantu membangun hingga bisa pindah ke rumah baru.
"Kalau beli mobil itu mereka hanya beli mobil barang dalam hal ini pikap untuk angkutan perpindahan rumah dan membangun rumah. Karena ketika nyewa juga mahal dan ketika dihitung-hitung lebih baik beli tetapi belinya tidak baru, itu yang saya ketahui," jelasnya.
Ditegaskan Heky, dari pihak pemerintah kalurahan sendiri juga tidak pernah merekomendasikan warga untuk membelanjakan uangnya untuk membeli kendaraan kendati memang diakui sudah ada banyak sales yang wira-wiri di wilayah kampung.
Baca Juga:Kronologi Kecelakaan Truk di Breksi hingga Tewaskan 6 Korban dan 4 Berita SuaraJogja
"Kami atas nama pemerintah kalurahan pun tidak pernah merekomendasikan hal yang paling utama untuk beli mobil. Beli lah tanah dan rumah dulu. Sejauh ini warga bijak, khusus untuk Sanggrahan ya. Tidak tahu kalau di Padukuhan lainnya," tandasnya.