SuaraJogja.id - Lingkungan yang asri tentu mendatangkan kesejukan. Begitu pula kondisi di sekitar Keraton Jogja. Terdapat vegetasi yang tentu memiliki beragam fungsi.
Selain menyejukkan dan sebagai perindang, pohon-pohon Keraton Jogja juga berfungsi menyerap polusi udara, memelihara tanah, hingga menahan angin.
Bukan itu saja, penanaman pohon-pohon oleh Keraton Jogja ini mempunyai makna filosofis pula.
Tak sembarangan Pangeran Mangkubumi (Sri Sultan Hamengku Buwono I) merancang tata ruang Yogyakarta.
Baca Juga:8 Tempat Wisata di Jogja Terbaik 2021, Wajib Dikunjungi Pelancong Hits
Segala jenis tanaman dan lokasinya ditempatkan telah dipikirkan sedemikian rupa. Contohnya tiga pohon di bawah ini, yang banyak ditemui di pinggir jalan, seperti dilansir situs web resmi Keraton Jogja:
1. Asam Jawa
Di sepanjang Jalan Margatama, Malioboro, hingga Margamulya, berjajar pohon asam jawa (Tamarindus indica). Selain itu, pohon yang tinggi dan besar dengan daun kecil-kecil dan tajuk bulat ini juga sangat mudah ditemui di sepanjang Jalan DI Panjaitan.

Berdasarkan makna filosofisnya, tanaman yang juga disebut pohon asem ini memiliki makna kasengsem, yang berarti tertarik.
Selain itu, sinom, daun mudanya memiliki nama yang sama dengan rambut halus pada dahi perempuan. Makna anom sendiri adalah muda. Untuk itu, pohon asam jawa bisa diibaratkan sebagai kemudaan atau gadis muda.
Baca Juga:Suasana Vaksinasi 2.000 Mahasiswa Jogja Hadirkan Nuansa Kebudayaan
2. Tanjung
Bersama dengan pohon asam jawa, pohon tanjung (Mimusops elengi) ditanam bersama pohon di sepanjang Jalan DI Panjaitan, yang membentang dari Panggung Krapyak hingga Alun-Alun Selatan.
Saat ini banyak ditemui pula pohon bertajuk bulat ini di jalan-jalan yang mengelilingi tembok benteng Keraton.
Pohon tanjung mampu menyerap bau-bau tak sedap, apalagi bunga putih kekuningan pohon ini memiliki aroma yang harum.
Bahkan, ada pula fungsi unik dari pohon ini. Dengan wangi bunga tanjung, yang tak disukai ular, pohon tanjung juga dimanfaatkan untuk mengusir ular.
Dalam filosofi Jawa, pohon tanjung dimaknai sebagai tansah disanjung, yang artinya selalu disanjung.