alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Muhammadiyah Setuju Pembelajaran Tatap Muka, Namun Harus Dengan Izin Orang Tua

Galih Priatmojo Sabtu, 11 September 2021 | 12:35 WIB

Muhammadiyah Setuju Pembelajaran Tatap Muka, Namun Harus Dengan Izin Orang Tua
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir - (Kontributor SuaraJogja.id/Putu)

Muhammadiyah memperbolehkan dimulainya pembelajaran tatap muka tapi harus dengan kegiatan yang terukur.

SuaraJogja.id - Pembelajaran tatap muka akan kembali diberlakukan oleh pemerintah seiring dengan penurunan level Pemberlakukan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Organisasi Masyarakat (Ormas) terbesar di Indonesia, Muhammadiyah memberi sinyal persetujuan pembelajaran tatap muka tersebut.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Haidar Natser mengatakan covid-19 memang belum berakhir sehingga yang dilakukan hanyalah menghadapinya. Hanya saja ia berpesan harus mulai ada adaptasi kegiatan-kegiatan belajar yang terukur.

"Adaptasi kegiatan ini yang terukur, tidak sembarangan. Karena pemerintah sendiri ini di level 3 ya," ujar dia, Jumat (10/9/2021) usai menerima kunjungan Presiden Jokowi di Kampus Terpadu Madrasah Mualimin Sedayu Bantul.

Karena PPKM masih ada yang level 3 dan ada yang level 4 maka Haedar menyarankan agar semua dilakukan dengan seksama. Dia bersyukur dalam tempo 1 bulan terjadi penurunan kasus covid-19 yang signifikan di Indonesia. Hal tersebut karena kebijakan pemerintah yang signifikan kemudian masyarakat sudah disiplin.

Baca Juga: Jokowi Tinjau Infrastruktur di Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta

"Point pentingnya apa? Pandemi ini persoalan bersama maka harus kita hadapi bersama," ujar dia.

Sementara Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif juga mengaku setuju pembelajaran tatap muka namun dengan catatan. Pasalnya pembelajaran secara online yang diberlakukan selama ini sangat susah.

"Online ini sangat susah. Karena dengan pembelajaran online tersebut semua murid tidak puas," tutur Buya.

Menurutnya, pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan asal dengan prokes yang diperketat. Dan sebelum melaksanakan pembelajaran tatap muka harus ada survei yang mendetail kepada para siswa. Di mana orangtua harus memberikan ijin jika  anaknya ingin ikut pembelajaran tatap muka.

"Harus ada ijin orangtua. Itu harus ada," tandasnya.

Baca Juga: Jokowi Resmikan Kampus Terpadu Mualimin, Haedar: Ini Penghargaan kepada Muhammadiyah

Terkait dengan lembaga pendidikan, Buya menandaskan semuanya sudah mengerti dan memahami apa yang harus dilakukan ketika ada pembelajaran tatap muka. Sehingga ketika pembelajaran tatap muka tidak menjadi media penularan covid-19 yang baru.

Kontributor : Julianto

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait