"Rencananya mau olahraga cuma waktunya udah ngga memungkinkan. Makannya aja karena sambil ngobrol jadi lama. Lalu langsung tak ajak ke Kampung Flory dan mau karena tahu saya pengelola di sini juga," ungkapnya.
Pada keesokan harinya tepatnya, Selasa (14/9/2021) kemarin sekitar pukul 07.30 WIB pagi akhirnya Nuri berjalan-jalan bersama dengan Nadiem ke Kampung Flory.
"Sempet menanam pohon duwet juga Pak Menteri di sana. Dinamai pohon Makarim sesuai permintaannya. Lalu langsung cabut ke Tamansiswa. Itu udah molor harusnya jam 08.00 tapi kita ngobrol sampai 08.30, Karena saking senengnya, excited," tuturnya.
Nuri tidak lupa bertanya kepada Nadiem tentang bagaimana rasanya tidur di kamar rumahnya.
Baca Juga:Viral Wanita Pamer Vila Kelas Dunia Bikinan Kakak, Emak-Emak Serbu Ruang Rias Pengantin
"Jawabnya nyenyak, seneng banget di sini adem katanya. Kemudian makannya juga senang," ucapnya.
Tidak dipungkiri Nuri bahwa, ia juga sempat bingung untuk menyuguhkan makan pagi atau sarapan kepada Mas Menteri saat itu.
"Saya sempat bingung nih mau ngasih makan apa ya untuk Mas Menteri. Terus protokolernya bilang ya seadanya aja. Ngga usah diada-adain. Saya bilang, biasanya saya sarapan bubur. Bubur yang ada sayurannya tahu santen dan tahu dan tempe bacem gitu, kata protokolernya ya itu saja," terangnya.
Walaupun sebenarnya, kata Nuri, Mas Menteri sendiri mengaku kepadanya bahwa Nadiem itu tidak pernah sarapan karena mengikuti pola diet tertentu begitu. Jadi ada jam makan tertentu sendiri.
"Jadi kalau pagi itu minum kopi dan air putih. Tapi ini saya biasanya gitu bu nuri, dia nyeritain biasanya makan jam berapa dan meminimalisir nasi gula kayak gitu," imbuhnya.
Baca Juga:Nadiem Makarim Menginap di Rumah Guru Penggerak di Jogja, Bu Nuri Sempat Tak Percaya
Disampaikan Nuri, saat itu ia akhirnya menyediakan bubur dan gudeg sebagai menu sarapan Nadiem di rumahnya. Ternyata pilihan itu tidak salah, sebab Nadiem pun lantas mengambil sedikit nasi dan menikmati gudeg yang telah disediakan tersebut.