alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wisatawan Banjiri Destinasi Wisata yang Masih Tutup, Singgih: Sangat Disayangkan

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana Jum'at, 17 September 2021 | 07:57 WIB

Wisatawan Banjiri Destinasi Wisata yang Masih Tutup, Singgih: Sangat Disayangkan
Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

gelombang wisatawan mulai memadati sejumlah destinasi wisata di Jogja padahal belum semua dibuka

SuaraJogja.id - Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo menyayangkan wisatawan yang sudah memenuhi sejumlah destinasi wisata di wilayahnya. Padahal jika melihat aturan yang berlaku di masa PPKM Level 3 ini semua destinasi wisata selain yang ditunjuk untuk uji coba oleh Kemenparekraf masih dinyatakan tutup. 

"Untuk yang minggu kemarin itu para wisatawan sudah memenuhi Jogja, saya kira ini sangat disayangkan ya, karena semua destinasi wisata yang ada di DIY itu kan tutup ya, masih tutup," kata Singgih kepada awak media, Kamis (16/9/2021).

Singgih menjelaskan saat ini baru hanya tiga destinasi wisata di DIY yang diperbolehkan untuk melakukan uji coba pembukaan. Bahkan uji coba itu juga berlaku dengan sejumlah ketentuan yang ketat 

"Ya saya berharap ini tidak terjadi lagi di minggu ini, statusnya masih sama tutup semua kecuali tiga yang sedang diuji coba. Itupun sangat terbatas (kapasitas pengunjung) hanya 25 persen," ungkapnya.

Baca Juga: Dispar DIY Dapat Kuota 5 Destinasi Wisata yang Bakal Susul Uji Coba Pembukaan

Dalam kesempatan ini Singgih mengimbau agar para calon wisatawan bisa memanfaatkan aplikasi Visiting Jogja khususnya untuk melakukan reservasi terlebih dulu sebelum berkunjung. Tentunya di tiga destinasi yang telah diperbolehkam untuk uji coba saat ini.

Ia juga meminta agar biro perjalanan yang mengatur sejumlah tur ke destinasi wisata di DIY bisa menaati aturan di PPKM Level 3 ini. Hal itu bertujuan agar semua pihak tetap aman dan mempertahankan penurunan level saat ini.

"Bagi rombongan-rombongan bus yang sudah masuk ke sini juga saya berharap dari biro perjalanan yang mengatur tur itu harus menaati PPKM itu, di level 3 itu semua masih tutup. Sehingga saya berharap ini bisa ditunda untuk rombongan-rombongan yang besar karena ini pasti sangat akan membahayakan bagi wisatawan itu sendiri maupun bagi masyarakat DIY," ujarnya.

Terkait dengan teguran kepada pengelola destinasi wisata, kata Singgih, sebenarnya jika dilihat dari sisi pengelola sudah cukup tertib. Artinya tidak ada pengelola yang lantas membuka tempat wisata tersebut.

"Kalau pengelola saya kira semuanya disiplin tidak membuka tempat wisata tersebut," imbuhnya.

Baca Juga: Video Konser Dewa 19 di Hotel Sleman Viral Saat PPKM, Saptol PP DIY Panggil Panitia

Sebagai langkah antisipasi agar kejadian itu tidak terulang lagi di minggu ini, Dispar DIY akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata di tingkat kabupaten dan kota. Selain itu, bukan tidak mungkin pihaknya juga akan dibantu oleh jajaran TNI dan Polri untuk mengantisipasi kejadian serupa.

Ia menilai penting bagi semua pihak termasuk intansi terkait untuk bisa bersinergi dalam menjaga level PPKM di wilayah DIY ini tetap atau bahkan lebih turun lagi.

"Kita harus menjaga bersama supaya level (PPKM) kita tidak naik tapi malah justru turun. Ini yang harus kita jaga bersama. Kita sudah berhasil menurunkan dari 4 ke 3. Tapi kalau kemudian tidak dilakukan pembatasan yang serius maka kemudian kemungkinan bisa naik lagi ke level lagi. Itu lebih susah lagi," tegasnya.

Saat ini, ditambahkan Singgih, targetnya adalah untuk bisa terus mengakselerasi vaksinasi. Pasalnya vaksinasi menjadi indikator penting untuk penurunan level PPKM di suatu wilayah.

"Ini yang perlu kemudian dijaga dari tingkat positif rate-nya dan vaksinasi menjadi bagian yang sangat penting untuk penurunan level. Mari kita jaga semua ini," pungkasnya.

Diketahui bahwa saat ini sudah ada tiga destinasi wisata yang telah ditunjuk Kemenparekraf dan melaksanakan uji coba pembukaan. Tiga tempat itu adalah Taman Wisata Tebing Breksi di Sleman, Kebun Binatang Gembira Loka (GL Zoo) di Kota Yogyakarta dan Hutan Pinus Mangunan di Bantul. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait