Ia mengatakan, pengelola wisata juga tak berkeberatan dengan adanya aplikasi PeduliLindungi yang menjadi akses masuk bagi wisatawan.
Apalagi, sinyal internet di wilayahnya sudah cukup baik dan tambah tercakupi melalui sinyal jaringan internet dari provider tertentu, di rumah warga setempat.
Demikian halnya dengan vaksin, sebanyak 16 anggota tim pengelola sudah divaksin Covid-19. Warga di dusun lokasi destinasi wisata berada juga hampir semuanya telah tervaksin.
"Kami sangat siap [beroperasional], sudah beberapa kali di masa pandemi kami menolak tamu," ujarnya.
Baca Juga:Kunjungi Tebing Breksi, Bupati Sleman Sempat Terkendala Sinyal Saat Scan PeduliLindungi
Selain menunggu informasi lebih jauh dari pemerintah daerah, pengelola Sempor juga terus memantau informasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif lewat grup percakapan WhatsApp.
"Kami berharap destinasi wisata seperti kami segera bisa menerima tamu," ucapnya.
Pasalnya, selama pandemi, desa wisata Sempor kerap menolak wisatawan. Berujung minimnya pendapat. Hal itu mendorong para pengelola harus mencari alternatif mata pencaharian lain. Mulai dari bertani, menanam cabai dan lainnya.
Kontributor : Uli Febriarni
Baca Juga:DItarget Vaksinasi Kelar Oktober Mendatang, Begini Siasat Dinkes Sleman