alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bantul Uji Coba PTM, Tidak Boleh Masuk Sekolah jika Tak Lolos Screening

Eleonora PEW | Rahmat jiwandono Jum'at, 17 September 2021 | 16:01 WIB

Bantul Uji Coba PTM, Tidak Boleh Masuk Sekolah jika Tak Lolos Screening
[ILUSTRASI] Sejumlah siswa mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di SD Santo Yusup, Bandung, Jawa Barat, Senin (7/6/2021). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Capaian vaksinasi di SMAN 1 Jetis sudah mencapai 90 persen.

SuaraJogja.id - Kabupaten Bantul siap menyelenggarakan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) mulai Senin (20/9/2021) pekan depan. Satuan pendidikan yang akan menggelar PTM yakni dari SD hingga SMA/SMK.

Kepala SMAN 1 Jetis Jamal Sarwana mengatakan, sekolahnya jadi salah satu yang dipilih sebagai contoh pelaksanaan PTM di tengah pandemi. Guna menyambut PTM pada 20 September besok, pihaknya sudah melakukan uji coba beberapa kali.

"Besok Senin kami sepakati untuk tatap muka. Kemarin sudah diujicoba berulang kali," katanya kepada SuaraJogja.id, Jumat (17/9/2021).

Capaian vaksinasi di SMAN 1 Jetis pun sudah mencapai 90 persen. Dengan demikian, PTM bisa segera dimulai.

Baca Juga: PTM Terbatas di Lampung Selatan Dimulai 20 September 2021

"Jika ada yang belum divaksin itu hanya karena dia penyintas. Aturannya kan harus menunggu tiga bulan dulu baru bisa disuntik," ujarnya.

Soal kesiapan sarana dan prasarana, menurut Jamal, sudah sangat siap. Pasalnya, area sekolahnya sangat luas, alur keluar masuk dibedakan, dan UKS yang representatif.

"Kami pernah menjadi juara sekolah sehat tingkat provinsi. Sehingga semuanya sudah kami siapkan sebaik-baiknya," katanya.

Dijelaskannya, siswa ketika datang harus mengisi Google Form sebagai langkah screening awal. Dalam screening itu, siswa-siswa yang usai bepergian atau punya gejala-gejala sakit maka tidak bisa sekolah.

"Jadi nanti akan langsung dihubungi oleh tim yang memberitahu kalau mereka tidak diizinkan masuk sekolah," terang dia.

Baca Juga: Gagasan Desa Inovasi di Bantul Terkendala Jumlah APBD yang Terbatas

Sementara yang lolos screening boleh masuk sekolah. Untuk parkir sepeda motor siswa kelas X-XII juga sudah dibedakan.

"Kelas X parkir kendaraannya di sisi paling utara karena masuknya lewat lorong sebelah utara. Kelas XI parkir di tengah karena mereka masuk lewat lorong tengah dan kelas XII di selatan," ujarnya.

Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, lanjutnya, semua guru sudah harus berada di depan kelas masing-masing. Siswa yang hendak masuk ke kelas harus mengukur suhu tubuh dengan thermo stand yang telah disiapkan.

"Sebelum memasuki lorong, siswa harus cek suhu dengan thermo stand. Lalu mereka laporan ke gurunya," tuturnya.

Jika suhu tubuhnya tidak melebihi 37 derajat celcius maka diizinkan masuk. Siswa masuk ke kelas sesuai urutan kursi paling belakang lalu sampai ke depan.

"Setelah selesai pembelajaran, murid keluar secara bergantian. Guru tidak akan meninggalkan kelas sebelum kelasnya kosong," tegasnya.

Siswa yang datang ke sekolah sudah dibagi sifnya menurut nomor absen. Nomor absen 1-18 masuk pagi sampai pukul 10.00 WIB.

"Untuk yang sesi kedua masuk pukul 12.30 WIB, jadi mereka tidak bertemu. Sebelum sesi kedua dimulai, petugas kebersihan akan menyemprot disinfeksi di ruang kelas," kata dia.

Durasi belajar di kelas, menurutnya, hanya 2,5 jam. Pihaknya akan mengevaluasi satu minggu kemudian.

"Lama waktu belajar di kelas tidak tiga jam, guru dan murid bisa repot karean sudah lama tidak belajar tatap muka," paparnya.

Selain itu, siswa diimbau untuk membawa makan dan minum dari rumah.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait