alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Remaja 19 Tahun di Kasihan Ini Bagi-Bagi Gratis Ribuan Liter Pertamax

Eleonora PEW Minggu, 26 September 2021 | 17:02 WIB

Remaja 19 Tahun di Kasihan Ini Bagi-Bagi Gratis Ribuan Liter Pertamax
Remaja 19 tahun bagi-bagi gratis Pertamax di Jalan IKIP PGRI Sonosewu Kapanewon Kasihan, Bantul, Sabtu (25/9/2021) kemarin. - (Kontributor SuaraJogja.id/Julianto)

Warga antusias karena baru kali ini ada yang membagi-bagikan bahan bakar nonsubsidi secara gratis.

SuaraJogja.id - Jalan IKIP PGRI Sonosewu, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul tiba-tiba macet, Sabtu (25/9/2021) kemarin. Pemicunya lantaran banyak kendaraan roda dua yang mengantre Pertamax gratis di sebuah Pertashop (gerai layanan BBM Nonsubsidi) yang baru saja berdiri.

Meskipun di bawah terik matahari, namun tak mengurangi antusias warga yang ingin mendapatkan bahan bakar nonsubsidi tersebut secara cuma-cuma. Setiap kendaraan ternyata hanya diperkenankan mendapatkan Pertamax sebesar Rp 15.000.

Warga antusias karena baru kali ini ada yang membagi-bagikan bahan bakar nonsubsidi secara gratis. Padahal setahu mereka, harga Pertamax eceran masih di atas rata-rata dari harga di SPBU.

Adalah Aprilia Nurjayanti, seorang remaja yang baru berusia 19 tahun yang membagi-bagian bahan bakar bersubsidi tersebut secara gratis. Remaja yang kini tengah menempuh pendidikan di semester III Fakultas Ekonomi Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengaku tengah bahagia memiliki usaha sendiri.

Baca Juga: 4 Cara Dapat Diamond FF Gratis Terbaru 2021

Ya, Sabtu kemarin merupakan hari pertama ia mengoperasikan Pertashop. Pertashop merupakan transformasi dari usaha Pertamini yang telah ia buka selama pandemi Covid-19. Di sela-sela kesibukannya mengikuti kuliah daring, Aprilia memang membuka usaha Pertamini.

"Usaha Pertamini saya menempel di tempat pencucian motor dan mobil milik orang tua," ujar dia.

Usaha pertamini yang ia rintispun berkembang dengan baik. Dalam sehari, remaja ini mampu menjual 200 liter Pertamax. Sebelum ada larangan dari Pemerintah Pertalite bisa dijual pengecer, remaja ini juga menjual Pertalite. Namun semenjak dilarang, ia fokus menjual Pertamax dan hasilnya lumayan cukup bagus.

Hingga akhirnya ia merasa kesulitan ketika akan kulakan ke SPBU yang berjarak sekitar 2 kilometer dari rumahnya. Ia harus antre di waktu-waktu tertentu yaitu ketika dinihari ataupun larut malam. Meski memiliki ijin lengkap, namun ia memutuskan untuk menutup usaha pertamini dan berganti ke Pertashop.

"Dari hitung-hitungan saya hasil kuliah Manajemen, ternyata modal sama biaya operasional masih terjangkau," ujar dia.

Baca Juga: Tekan Penyebab Terbanyak Kebutaan di Jogja, Sardjito Gelar Operasi Katarak Gratis

Hingga akhirnya ia memutuskan untuk membuka gerai Pertashop yang langsung bisa mendapatkan pasokan bahan bakar dari Pertamina tanpa harus mengantre di SPBU terlebih dahulu. Bahkan di Pertashop yang ia miliki ini, dirinya juga akan melengkapinya dengan Mushola serta minimarket.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait