"Dan ini ternyata orang sudah enggak terlalu ngeh, enggak terlalu ini karena memang kayaknya mungkin engga ada yang disuruh untuk menggembar-gemborkan itu lagi," tuturnya.
Lagipula, kata Pipit, saat ini sudah sangat banyak informasi yang bisa didapatkan terkait dengan peristiwa itu. Terlebih dari berbagai versi dan itu bisa dicari bukan lagi dipaksa harus tahu. Ruang diskusi pun juga sudah terbuka secara luas.
"Informasinya sekarang juga sudah banyak itu ada podcast-podcast gitu, bagus-bagus kan itu ketika dia cerita dari versi yang lain gitu. Di medsos juga banyak juga temen-temen yang bikin film-film yang menurut kamu menarik untuk dijadikan bahan diskusi itu. Tidak lagi film yang diharuskan dan diwajibkan untuk ditonton. Ketika itu diwajibkan untuk ditonton kemudian itu disandingkan juga dengan film yang lain," paparnya.
Bantuan Pemerintah
Baca Juga:Alasan TVRI Tak Tayangkan Film Pengkhianatan G30S PKI
Kendati memang tragedi kelam G30S belum bisa diselesaikan oleh pemerintah. Tidak lantas, kata Pipit menutup hal-hal baik yang sudah diupayakan pemerintah saat ini.
Satu contoh ketika saat pandemi ini kemudian banyak ibu-ibu dan bapak-bapak penyintas tragedi G30S mendapatkan suatu layanan yang seumur hidup mereka tidak pernah dapatkan dari pemerintah sebelumnya.
"Ibuku misalnya dia dulu tidak pernah seumur hidup pun dapat raskin misalnya bantuan untuk orang miskin, bantuan BLT selama pemerintahan yang lain-lain selain Jokowi ini ya. Kemudian di pandemi sekarang ibuku termasuk lansia yang didata untuk mendapatkan bantuan beras, bantuan langsung tunai, itu betapa bahagianya dia," terangnya.
Walaupun memang bantuan itu baru bisa didapatkan oleh para penyintas di penghujung hidupnya. Tetapi bantuan yang diberikan sekarang itu sangat bernilai harganya
Entah itu bantuan dalam bentuk uang tunai yang didapatkan setiap bulan atau sembako. Bantuan itu sangat dirasakan oleh para penyintas '65 yang khususnya berada di perkotaan dengan segala aturan pembatasan yang dilakukan selama ini.
Baca Juga:1 Oktober 2021, Hari Kesaktian Pancasila atau Hari Lahir Pancasila? Cek Bedanya di Sini
"Itukan sangat membantu sekali mereka selama pandemi ini. Ibu-ibu Kipper ini kan tidak ada yang bekerja di sektor formal. Mereka semua informal, mereka ada yang jualan kelontong, jual keliling, jualan kue dan ketika pandemi tidak boleh keluar rumah, bayangkan mereka makan dari mana," ucapnya.