Pipit sendiri diketahui melanjutkan kuliah pada Fakultas Pertanian di sebuah universitas negeri angkatan 1999. Dua hingga tiga tahun pertamanya kuliah, Pipit hanya bisa fokus mengerjakan segala tugas-tugasnya, laboratorium hingga praktik dan lain sebagainya.
Pada periode sekitar 2003-2004 akhirnya Pipit mulai mendapatkan sedikit waktu longgar. Masa-masa ini yang juga dianggap sebagai titik awal perspektifnya mengenai stempel PKI itu mulai bergeser.
Awalnya ketika Pipit diminta untuk mengantarkan bapaknya Leo ke sebuah pertemuan anak-anak muda di kampusnya. Ia sendiri tidak tahu pertemuan apa itu.
"Jadi ada anak-anak mahasiswa itu mereka minta bapak untuk ngobrol di situ. Aku mendengarkan tapi aku udah tahu latar belakang bapak aku diam aja sih aku cuma mendengarkannya bercerita," ujar Pipit.
Baca Juga:Alasan TVRI Tak Tayangkan Film Pengkhianatan G30S PKI
Dari situ, bapaknya lantas mempertemukan Pipit dengan anak-anak muda lain, yang notabene sama-sama merupakan generasi kedua. Ia mulai mendengar berbagai cerita, baik dari bapaknya atau teman-teman bapaknya.
"Di situ mulailah aku agak-agak berubah persepsiku. Tidak lagi menyalahkan, ini kan masih ya, tapi sudah tidak terlalu ketika di awal-awal aku mendengar cerita itu tapi kemudian itu sudah mulai berkembang kan," ucapnya.
Pemahaman itu mulai datang ketika ia menyadari bahwa banyak teman-teman mahasiswa yang ingin tahu cerita bapaknya. Dari cerita yang didapatkan pun, ia mendengar bahwa bapaknya sendiri tidak tahu alasanya hingga saat ini kenapa ditahan.
Perang batin semakin dirasakan Pipit. Perspektifnya mulai bergeser. Tidak lagi melihat bahwa orang tuanya sebagai penyebab semua masalah tetapi justru sebaliknya, ada banyak hal kompleks yang melatarbelakangi peristiwa itu.
![Ilustrasi Partai Komunis Indonesia (PKI) sempat menguasai jawa tengah. [Suara.com/Rochmat]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/09/18/44326-ilustrasi-pki.jpg)
"Kemudian di situ aku malah terlibat untuk mendengar cerita yang lain gitu. Jadi aku tidak hanya mendengar cerita bapakku, tapi aku mendengar cerita temen-temen bapak yang lain. Itu cukup menggugah dan membuat aku banyak bertengkar sendiri dengan pikiranku," jelasnya.
Baca Juga:1 Oktober 2021, Hari Kesaktian Pancasila atau Hari Lahir Pancasila? Cek Bedanya di Sini
Kendati memang Pipit mengetahui masa lalu orang tuanya justru lewat teman-teman bapak ibunya. Tetapi ia mengaku sudah sempat diceritakan mengenai hal itu tetapi tidak secara eksplisit.