"Di komunitas film dia makin terpapar ya, semakin mendapat tempat dan berperan. Saya denger dia (Gunawan Maryanto) sedang nulis lakon monolog," ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Yudi mengaku terkejut mendengar kabar bahwa pemeran Wiji Thukul di film biopik Istirahatlah Kata-kata itu meninggal dunia. Pasalnya sejak terakhir bertemu pada minggu lalu dan informasi dari rekan-rekan di Teater Garasi, Gunawan justru terlihat segar akhir-akhir ini.
"Karena dia juga yang jaga kami, kalau teater garasi ada kelas raga, latihan tubuh buat aktor-aktor muda di garasi seminggu 2-3 kali, perhari 2-3 jam melatih dan berlatih. Itu juga yang mengagetkan kita karena tidak ada tanda-tanda," tandasnya.
Dalam situs resmi Teater Garasi, Gunawan Maryanto adalah seorang sutradara, aktor dan penulis yang lahir di Yogyakarta, 10 April 1976.
Baca Juga:Gunawan Maryanto Wafat, Happy Salma Menangis Sesenggukan
Sedangkan di Teater Garasi/Garasi Performance Institute sendiri Gunawan menjabat sebagai Associate Artistic dan mengelola Indonesia Dramatic Reading Festival selaku penata program.
Gunawan Maryanto telah melahirkan berbagai tulisan seperti naskah lakon "Waktu Batu" bersama Andre Nur Latif dan Ugoran Prasad pada 2004 hingga kumpulan cerita "Pergi Ke Toko Wayang" yang terbit pada 2015.
Dalam film arahan Anggi, Gunawan Maryanto meraih penghargaan aktor terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia 2020 atas perannya sebagai Siman di film yang juga berjudul "Hiruk Pikuk Si Alkisah".
Gunawan Maryanto juga membuat karya penyutradaraan bersama Teater Garasi seperti "Repertoar Hujan", "Dicong Bak" dan "Gandamayu".
Gunawan telah membintangi beberapa film seperti "Toilet Blues", "Optatissimus", "Mencari Hilal", Aach… Aku jatuh Cinta!" dan "Istirahatlah Kata-Kata" di mana dia memerankan penyair Wiji Thukul yang hilang jelang reformasi.
Baca Juga:Gunawan Maryanto Meninggal, Hanung Bramantyo: Teman Pertama Banget Bikin Film di Jogja