alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Beri Catatan Tujuh Tahun Pemerintahan Jokowi, Pukat UGM: Tak Ada Komitmen Berantas Korupsi

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana Rabu, 20 Oktober 2021 | 18:30 WIB

Beri Catatan Tujuh Tahun Pemerintahan Jokowi, Pukat UGM: Tak Ada Komitmen Berantas Korupsi
Ilustrasi Gedung KPK. (Suara.com/Ema)

Pukat UGM soroti sikap Presiden Jokowi soal pemberantasan korupsi di Indonesia

SuaraJogja.id - Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan sejumlah catatan terhadap 7 tahun pemerintahan Jokowi dan 2 tahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf amin. Pukat menilai bahwa presiden tidak memiliki perhatian khususnya untuk pemberantasan korupsi di Indonesia. 

"Menurut saya presiden tidak punya perhatian dalam pemberantasan korupsi," kata Peneliti Pukat UGM Zaenur Rohman saat dihubungi awak media, Rabu (20/10/2021).

Zaenur menuturkan situasi itu berbeda kemudian dengan semangat presiden dalam urusan pembangunan infrastruktur. Di mana presiden terlihat sangat bersemangat dalam kerja-kerja proyek strategis nasional dalam khususnya pembangunan infrastruktur.

Padahal tanpa adanya pemberantasan korupsi yang sistematis, kata Zaenur, pembangunan itu tidak akan menghasilkan satu hasil yang bermanfaat secara optimal untuk rakyat. Tetapi justru hasil pembangunan itu dimanfaatkan oleh segelintir kelompok elit melalui cara-cara yang korup.

Baca Juga: Blokade Jalan di Depan Gedung Sate, Mahasiswa Teriak Jokowi Gagal

"Ya bisa dikatakan tanpa adanya pemberantasan korupsi yang sistematis, Indonesia akan sulit untuk menjalankan pembangunan secara berkualitas," ujarnya.

Belum lagi Indonesia akan kesulitan untuk menjadi negara yang maju. Akibat dari sumberdaya publik yang sudah dikuasai melalui cara-cara yang korup oleh segelintir elit.

"Sehingga rakyat justru semakin susah untuk menikmati hasil pembangunan dengan berkualitas," ucapnya.

Nihilnya perhatian presiden dalam pemberantasan korupsi di Indonesia terlihat dari indeks persepsi korupsi yang ada. Hasil dari indeks persepsi korupsi terakhir yang diukur tahun 2020 mengalami penurunan. 

"Jadi pada tahun 2020 itu indeks persepsi korupsi Indonesia justru turun drastis ya. Jika pada tahun 2019 berada di angka 40 poin justru turun 3 poin pada tahun 2020 hanya 37 poin. Nah ini penurunan yang sangat drastis. Angka 37 dari skala 100," tuturnya.

Baca Juga: Beredar Poster Ala Squid Game Kritik 2 Tahun Jokowi-Ma'ruf

Hal tersebut kemudian menunjukkan bahwa Indonesia masih lekat dengan korupsi Indonesia. Ini merupakan satu hasil yang buruk yang dibandingkan misalnya dengan negara-negara tetangga di Asean.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait