Sekolah-Sekolah di Jogja Belum Dapat Sosialisasi Swab Antigen Acak

Sampai hari ini belum ada informasi terkait sosialisasi swab antigen acak yang menyasar ke anak sekolah.

Eleonora PEW | Muhammad Ilham Baktora
Senin, 08 November 2021 | 21:30 WIB
Sekolah-Sekolah di Jogja Belum Dapat Sosialisasi Swab Antigen Acak
[ILUSTRASI] Siswa, guru dan tenaga kependidikan di SMPN 10 Depok menjalani swab test antigen, Selasa (19/10/2021). [Suarabogor.id/Immawan]

"Kami masih menunggu jadwal dari Disdikpora," kata Emma melalui pesan singkat.

Kendati begitu, Dinkes sudah siap melakukan swab antigen acak. Pihaknya akan menerjunkan petugas kesehatan dari puskesmas di dekat sekolah yang akan menjalani swab antigen.

"Dinkes lewat puskesmas nanti yang melaksanakan skrining swab antigen. Waktunya disesuaikan dengan jadwal sekolah," ujar dia.

Disinggung apakah swab antigen acak tetap digelar pada November ini, dirinya masih menunggu jadwal dari dari Disdikpora.

Baca Juga:Dipercepat, Pembangunan Kawasan Pedestrian Jalan Jensud Capai 52 Persen

Sebelumnya, Dinkes Kota Yogyakarta akan melakukan swab antigen acak ke masyarakat. Saat ini lingkungan pendidikan menjadi sasaran utama, untuk mengetahui efek dari vaksin dan juga mengetahui ada tidaknya penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.

"Ini untuk mengetahui sejauh mana efek dari vaksin yang sudah diberikan. Selain itu juga memastikan bahwa di sekolah tidak ada penyebaran Covid-19," kata Emma.

Jika terdapat siswa yang menunjukkan hasil positif atau reaktif dari swab antigen tersebut, Pemkot akan menutup sementara aktivitas Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah.

"Kalau dicek memang ada yang bergejala atau reaktif langsung kami tindaklanjuti. Mungkin menutup sementara (sekolah)," kata Emma.

Saat ini Dinkes Kota Yogyakarta memiliki sekitar 30 ribu alat tes pack swab antigen. Selain itu terdapat 10 ribu alat tes darah bantuan CSR.

Baca Juga:Bantaran Kali Code Dipasang Larangan Aktivitas, Pedagang Kecewa karena Tak Ada Kesepakatan

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak