alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Deforestasi Salah Satu Pemicu Bencana Hidrometeorologis, Pakar UGM Soroti Hal Ini

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana Selasa, 09 November 2021 | 20:01 WIB

Deforestasi Salah Satu Pemicu Bencana Hidrometeorologis, Pakar UGM Soroti Hal Ini
Deforestasi kawasan mangrove Delta Mahakam. [kaltimantaranews.com]

deforestasi picu terjadinya banjir di sejumlah wilayah di Indonesia

SuaraJogja.id - Pengamat Hidrologi Hutan dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Ekosistem Universitas Gadjah Mada (UGM) Hatma Suryatmojo menyatakan ada sejumlah faktor penyebab banjir di Indonesia. Selain murni dari faktor hidrologis ada faktor aktivitas manusia yang berpengaruh di dalamnya.

Khusus untuk faktor aktivitas manusia sendiri dilandasi oleh kebutuhan manusia. Dalam hal ini terkait dengan pembangunan serta pemanfaatan sumber daya alam, termasuk juga sumber daya hutan.

“Beberapa kegiatan tentu menjadi pemicu, seperti pembukaan lahan hutan, perubahan fungsi lahan, deforestasi, perkembangan urbanisasi dan penyempitan tubuh air (sungai) akibat kebutuhan pemukiman," kata Hatma dalam keterangannya, Selasa (9/11/2021).

Hatma menilai deforestasi menjadi aspek penting sebagai penyumbang serta faktor pemicu terjadinya bencana hidrometeorologis seperti banjir dan longsor. Walaupun juga ada faktor fisik alami yang kemudian berpengaruh juga terhadap terjadinya bencana hidrometeorologis.

Baca Juga: Peneliti Pustral UGM: Ada 4 Faktor Pemicu Laka Lantas di Jalan Tol

"Misalnya saja faktor topografi dengan kemiringan lereng yang tinggi dan curah hujan ekstrem (biasanya lebih dari 100 mm)," imbuhnya.

Ia menjelaskan ada faktor hidrologis juga yang termasuk dengan adanya perubahan kondisi hidrologis suatu wilayah. Hal itu muncul sebagai dampak dari adanya perubahan iklim, cuaca ekstrem, anomali cuaca hingga hujan dengan intensitas tinggi. 

Jika merujuk data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada periode 2019-2020 luas deforestasi di Indonesia mencapai 115,5 ribu hektare. Angka itu turun dibandingkan dengan 75 persen dibanding periode 2018-2019 yang mencapai 462,5 ribu hektare.

Angka deforestasi tertinggi dalam enam tahun terakhir sendiri tercatat pada periode 2015-2016 yakni mencapai 629,2 ribu hektare. Jika ditotal secara keseluruhan dalam kurun waktu 6 tahun angka deforestasi mencapai 2,1 juta hektare.

"Meski begitu cukup wajar juga bila ada pernyataan laju deforestasi mengalami penurunan, namun kejadian bencana hidrometeorologi masih tinggi," ujarnya. 

Baca Juga: Soroti Kecelakaan yang Tewaskan Vanessa Angel, Peneliti UGM Sebut Ada 4 Pemicu Laka di Tol

"Hal ini mengindikasikan banjir dan tanah longsor bisa dipengaruhi oleh faktor lain, terutama pada perubahan pola penutupan dan pemanfaatan lahan yang mengganggu atau merubah fungsi dari kawasan tersebut," sambungnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait