Peneliti Jepang Bingung Kasus Covid-19 Tetiba Anjlok, Siti Fadilah Duga Itu Ulah Teroris

Peneliti Jepang menduga kasus Covid-19 di negaranya turun tajam karena virus bermutasi sampai punah

Galih Priatmojo
Jum'at, 26 November 2021 | 11:21 WIB
Peneliti Jepang Bingung Kasus Covid-19 Tetiba Anjlok, Siti Fadilah Duga Itu Ulah Teroris
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Untuk memenuhi syarat pandemi, kata dia, WHO harus bisa membuktikan bahwa apakah ada awal mula infeksi berawal dari binatang, hingga kemudian terjadi mutasi dari binatang ke manusia, kemudian manusia ke manusia, lalu antarbangsa, dan menjadi pandemi.

"Ternyata sampai akhir ini, itu belum diketahui. Kenapa saya katakan itu, karena Amerika dan RRC masih tuduh-tuduhan. Amerika menuduh China dari lab mu, begitu juga dengan sebaliknya," kata Siti.

Karena tuduh-tuduhan itulah, kemudian menjadi terbukti bahwa penyebaran dari hewan ke manusia belum mutlak. Karena kedua belah pihak masih saling menyalahkan. Itu juga menunjukkan dan membuktikan bahwa belum diketahui dari mana asal covid.

"Padahal itu syarat utama dari pandemi. Dan kalau saya lihat, cara penularannya tidak seperti pandemi yang seharusnya. Jadi saya meragukan ini pandemi," terangnya.

Baca Juga:Hits Health: Vaksin Covid-19 Hanya Manjur 40 Persen, Healing dengan Menghancurkan Barang

Lalu kalau bukan pandemi, dari mana covid-19 berasal. Siti Fadilah lalu menduga ini kerjaan terorisme. Walau perlu melakukan pengkajian mendalam, dia meminta agar Badan Intelijen Negara (BIN) ikut bergerak, dan juga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ikut bersikap.

"Bisa diduga, covid-19 itu satu by terorisme. Ya semua memerlukan satu pengkajian mendalam. Dan itu bukan tugas saya. Harusnya pemerintah kan mempunyai BIN, Menhan, mereka harus duduk bersama untuk mengkaji bersama," katanya.

Soal mengapa kini covid-19 tiba-tiba hilang, Siti Fadilah meragukan itu karena efek vaksin. Sebab Eropa saja yang tingkat vaksinasinya sudah mencapai 80-90 persen, masih kena covid-19 dengan gelombang ketiga.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak