alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pengertian, Sifat- sifat bunyi, dan Perbedaannya dengan Nada

Dinar Surya Oktarini Sabtu, 27 November 2021 | 20:06 WIB

Pengertian, Sifat- sifat bunyi, dan Perbedaannya dengan Nada
Ilustrasi musik. (Pixabay)

Berikut sifat-sifat bunyi dan perbedannya dengan nada.

SuaraJogja.id - Bunyi merupakan sesuatu yang sering bersinggungan dengan manusia dalam kehidudan sehari-hari, bahkan bisa dikatakan bahwa manusia tidak bisa lepas dari bunyi. Berikut penjelasan sifat-sifat bunyi serta perbedaannya dengan nada

Menurut Sears dan Zemansky pada buku Fisika Universitas Jilid I, dijelaskan bahwa bunyi adalah sebuah gelombang longitudinal yang merambat dalam satu medium (padat, cair, atau gas). Bentuk dan cara menghasilkan gelombang bunyi bisa digambarkan dengan getaran selaput atau diafragma suatu pengeras suara.

Pada dasarnya, sifat-sifat bunyi sama dengan sifat-sifat gelombang longitudinal, yakni bisa dipantulkan (refleksi), dibiaskan (refraksi), dipadukan (interferensi), dan dapat dilenturkan (difraksi). Bunyi akn terdengar manusia saat masuk ke gendang telinga.

Telinga manusia bisa mendengar bunyi saat bunyi berada pada frekuensi 20 Hz sampai dengan 20.000 Hz, rentang frekuensi ini disebut dengan audible range. Sedangkan frekuensi bunyi yang berada di bawah 20 Hz disebut dengan infrasonic dan yang berada di atas 20.000 Hz disebut dengan ultrasonic.

Baca Juga: 5 Bunyi Pancasila: Pengertian dan Arti

Bunyi ini juga bisa memantul dengan keras dan lemah, tergantung dari cepat rambat bunyi, jarak antara pendengar dengan dinding pemantul, dan jarak sumber bunyi dengan dinding pemantul. Bunyi pantul dibedakan menjadi 3, diantaranya:

1. Bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli, bunyi ini terjadi saat jarak antara sumber bunyi dan pendengar sangat dekat. Bunyi pantul asli ini biasanya memperkuat bunyi asli.

2. Gaung ata kerdam, bunyi ini terjadi saat sumber bunyi dengan pendengar berjarak sangat dekat, serta dinding pantul bunyi tidak rata. Akibatnya, bunyi-bunyi pantul akan saling betumpuk satu sama lain. Hal ini mengakibatkan lemahnya sebagian bunyi asli.

3. Gema, bunyi ini terjadi saat sumber bunyi dan pendengar berada jauh dengan dinding pemantul. Atau disebabkan karena bunyi terpantul dengan tebing-tebing yang jaraknya jauh. Biasanya, pantulan ini akan menghasilkan bunyi yang seakan-akan berulang-ulang.

Bunyi dalam Nada

Baca Juga: Ketahui 3 Jenis Bunyi Serta Besaran Frekuensi yang Dihasilkan

Menurut Priyambodo dalam buku Fisika Dasar untuk Mahasiswa Ilmu-Ilmu Eksakta, Teknik dan Kedokteran dijelaskan bahwa, nada merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat musik dengan frekuensi yang teratur.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait