alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ditinggal Cerai, Supriyanto Nekat Tancapkan Paku Sepanjang 14 Cm Ke Dahinya Sendiri

Galih Priatmojo Selasa, 30 November 2021 | 14:20 WIB

Ditinggal Cerai, Supriyanto Nekat Tancapkan Paku Sepanjang 14 Cm Ke Dahinya Sendiri
Ilustrasi Cerai. (Dok. Envato)

ia melukai dahinya dengan menancapkan paku

SuaraJogja.id - Warga padukuhan Kunang 25/07 Kalurahan Banjarejo Kapanewon Tanjungsari Gunungkidul, Senin (29/11/2021) pagi geger. Salah seorang warga mereka nekat tancapkan paku sepanjang 14 cm ke dahinya sendiri.

Kapolsek Tanjungsari, Iptu Wawan Anggara menuturkan aksi melukai dirinya sendiri tersebut dilakukan oleh Supriyanto (40). Senin pagi, saat ibunya Sartini (59) tengah memasak di dapur tiba-tiba didatangi oleh anaknya tersebut. 

"Korban datang dengan dahi terluka,"ujar Wawan, Senin.

Saat itu korban datang dengan santai dan menunjukkan dahinya yang terluka. Ibunya yang penasaran lantas memeriksa dahi anaknya. Betapa kagetnya Sartini setelah melihat ada sebuah paku Usuk Kayu menancap di dahi anaknya tersebut.

Baca Juga: Siswa dan Guru Positif Covid-19, 6 Sekolah di Gunungkidul Ditutup

Paku tersebut tinggal menampakkan kepala pakunya. Sehingga dipastikan paku tersebut menancap cukup dalam di dahi Supriyanto. Melihat kondisi anaknya yang cukup parah, Sartini lantas berteriak histeris meminta tolong.

"Suami Sartini langsung mendatangi lokasi tersebut disusul para tetangga,"papar dia.

Kendati terluka, lanjut Wawan, korban masih sadar dan bisa berjalan sendiri. Keluarga dan tetangga korban lantas panik. Mereka memutuskan membawa korban ke rumah sakit dengan menggunakan mobil milik tetangga.

Korban dilarikan ke RSUD Wonosari dan langsung mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Namun karena paku menancap cukup dalam dan peralatan di IGD tersebut kurang memadai akhirnya korban dilarikan ke RSUP Sardjito

Senin sore korban langsung mendapatkan penanganan dokter dan dilakukan operasi. Wawan mengaku belum mendapatkan kabar terbaru terkait kondisi korban paska operasi.

Baca Juga: 46 Kasus Aktif, BOR RS Rujukan Covid-19 di Gunungkidul Capai 6,25 Persen

"Kita monitor terus perkembangannya,"tambahnya.

Wawan mengungkapkan aksi nekat yang dilakukan oleh korban tersebut lantaran yang bersangkutan depresi berat usai bercerai dengan istrinya beberapa waktu yang lalu. Korban selama ini juga sudah rutin memeriksakan diri ke RSJ di Pakem Sleman.

Kontributor : Julianto

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait