alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Akibat Pandemi Berkepanjangan, Bandara YIA Merugi

Eleonora PEW Kamis, 09 Desember 2021 | 16:05 WIB

Akibat Pandemi Berkepanjangan, Bandara YIA Merugi
Ruang tunggu keberangkatan Bandara YIA tampak sepi penumpang, Sabtu (4/4/2020) - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Menurut Aji, selama pandemi tidak banyak penerbangan dari dan ke YIA.

SuaraJogja.id - Yogyakarta International Airport, atau Bandara YIA, di Kulon Progo disebut mengalami kerugian. Padahal bandara ini baru diresmikan Presiden Joko Widodo (jokowi) pada 28 Agustus 2020 lalu.

Kerugian Bandara YIA selama setahun ini dibenarkan oleh Pemda DIY. Sekda DIY Baskara Aji di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (9/12/2021) mengungkapkan kerugian terjadi disebabkan pandemi COVID-19.

"Ya kan persoalannya [kerugian YIA] karena bencana COVID-19 saja," paparnya.

Menurut Aji, selama pandemi tidak banyak penerbangan dari dan ke YIA. Akibatnya pemasukan Bandara tersebut juga tidak banyak.

Baca Juga: Bandara YIA Akhirnya Bayar PBB Sebesar Rp28 Miliar Tepat Waktu

"Kalau tidak ada [perjalanan] pesawat ya otomatis [YIA merugi] karena pendapatan bandara dari pesawat yang berangkat, yang datang," tandasnya.

Selain PT Angkasa Pura 1 (persero), UMKM dan pedagang di sekitar bandara juga mengalami kerugian. Namun Aji meyakini kondisi ini akan berangsur pulih seiring banyaknya wisatawan yang datang ke DIY menggunakan transportasi udara.

Apalagi saat ini DIY sudah memiliki kereta bandara yang bisa mengangkut wisatawan untuk datang maupun keluar dari YIA. Penumpang pesawat bisa lebih cepat untuk datang dan keluar dari bandara tersebut dengan menggunakan kereta bandara.

"Untuk sampai ke bandara atau dari sana kan hanya dibutuhkan waktu sekitar 40-45 menit dengan kereta bandara,"ujarnya.

Aji juga optimis kondisi YIA juga semakin membaik. Pembangunan tol Jogja-Cilacap juga akan membuat penerbangan di YIA kembali ramai.

Baca Juga: Pakar Hukum Pidana Buka Suara soal Kerugian Negara di Kasus Asabri

"[Ya hanya masalah] waktu saja. Kalau pandemi sudah tidak akan akan semakin banyak [penerbangan]. Tidak rugi kalau pandemi. Di Adisucipto saja kita sudah overload kan," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait