Musim Hujan, Pedagang di Jogja Sebut Harga Cabai Rawit Naik Sampai Rp75 Ribu per Kilogram

Awalanya harga cabai rawit berkisar Rp20 ribu.

Eleonora PEW | Muhammad Ilham Baktora
Senin, 13 Desember 2021 | 18:18 WIB
Musim Hujan, Pedagang di Jogja Sebut Harga Cabai Rawit Naik Sampai Rp75 Ribu per Kilogram
[ILUSTRASI] Muamar, salah seorang pedagang cabai rawit di Pasar Serpong, Kota Tangsel, Jumat (12/3/2021). [Suara.com/Wivy]

SuaraJogja.id - Sejumlah pedagang di Pasar Beringharjo, Kota Jogja menyebut beberapa sayur dan cabai menunjukkan kenaikan harga. Pada pekan kedua Desember 2021, harga cabai rawit menyentuh angka Rp75 ribu per kilonya.

Ketua Paguyuban Ayem Tentrem Beringharjo Timur, Ida Chabibah mengatakan kenaikan itu diprediksi karena cuaca hujan akhir-akhir ini.

"Sejak hujan deras yang derasan pertama kali, sekitar pertengahan November sudah ada kenaikan. Awal Desember lalu harganya sudah naik lebih tinggi sampai Rp75 ribu," kata Ida dihubungi wartawan, Senin (13/12/2021).

Ida melanjutkan, kenaikan harga cabai rawit tidak langsung menyentuh angka Rp75 ribu. Awalanya harga cabai rawit berkisar Rp20 ribu.

Baca Juga:Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Bahan Pokok di Madiun Mulai Naik

"Mulai Desember itu naik dari Rp35 ribu, Rp40 ribu sampai Rp50 ribu, tidak tanggung-tanggung naiknya," ujar dia.

Selain itu, cabai rawit jenis japlak (hijau) juga mengalami kenaikan. Jumlahnya dikatakan Ida sempat langka hingga satu kilogramnya mencapai Rp60 ribu.

"Sebelum yang cabe rawit naik itu cabe rawit japlak malah langka, harganya biasanya Rp40-45 ribu, sekarang Rp60 ribu," kata dia.

Meski harganya naik, Ida yang juga berjualan sayur, cabai dan kebutuhan pokok lain tidak mengurangi stok pembelian. Hal itu mengingat masyarakat banyak membutuhkan cabai.

"Tidak kami kurangi, kita jual biasa aja. Tapi pelanggan yang datang saat ini ya juga kaget. Belinya juga tidak banyak seperti kemarin-kemarin," kata dia.

Baca Juga:Harga Cabai Setan di Batam Ikut Merangkak Naik Hampir Rp100 Ribu

Naiknya harga jenis cabai saat ini, Ida mengatakan bahwa stok cabai yang dimiliki para pedagang masih banyak. Namun memang tidak sebanyak sebelum musim hujan

"Kalau pasokannya aman, artinya tercukupi. Tapi memang jumlah panennya yang berkurang, misal dari luas lahan 1.000 meter persegi, harusnya dapat 20 kilogram cabai. Karena musim hujan jadi cuma 10 kilogram panennya, nah ini juga bisa jadi kenapa harganya naik," kata dia.

Ia bersyukur meski musim hujan, kondisi cabai masih bagus dan tidak busuk, sehingga permintaan pelanggan dari Jakarta masih bisa dilayani.

"Kadang ada teman pedagang yang mengirim cabai hingga ke luar kota. Alhamdulilah barangnya bagus, tidak becek. Kalau musim hujan biasanya ada cabai yang cepat busuk kan," ujar dia.

Meski di lingkup pedagang menyebut adanya kenaikan harga cabai, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono mengatakan bahwa tidak ada kenaikan.

"Kalau cabai masih terkendali, kemarin dengan TPID wilayah sudah mengecek masih stabil. Harga sekarang berkisar di angka Rp40-50 per kilogram," ujar Yunianto melalui sambungan telepon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini