3. Stadium Proliferasi
Pada fase ini, lapisan endometrium, pertumbuhan kelenjarnya lebih cepat dari jaringan ikatnya sehingga berkelok-kelok. Lapisan atasnya tempat saluran kelenjar tampak lebih kompak disebut stratum kompakta.
Lalu, lapisan yang mengandung kelenjar yang berkelok, menjadi lebih longgar yang disebut stratum spongiosa. Fase ini berlangsung sejak hari ke-4-`4 dan tebal endometrium sekitar 3,5 sentimeter.
4. Stadium Pramenstruasi atas Sekresi
Baca Juga:Fungsi Oviduk, Jalur Ovum dalam Sistem Reproduksi Wanita
Fase stadium regenerasi hingga stadium proliferasi, endometrium dipengaruhi hormon estrogen serta sejak saat ovulasi korpus luteum mengeluarkan hormon estrogen dan progesteron yang mempengaruhi endometrium ke dalam stadium sekresi.
Dalam situasi stadium sekresi, tebal endometrium tetap, hanya kelenjarnya lebih berkelok-kelok dan mengeluarkan sekret.
Selain itu, sel endometrium mengandung banyak glikogen, protein, air dan mineral, hingga siap untuk menerima implantasi dan memberi nutrisi pada zigot.
Penjelasan Fungsi Endometrium
Dengan penjelasan di atas, fungsi endometrium dapat dipaparkan, bahwa endometrium merupakan jaringan tempat terjadinya implantasi.
Baca Juga:Fungsi Rahim Tempat Asal Mula Kehidupan Manusia
Implantasi merupakan proses ketika sel telur yang telah dibuahi, menempel ke dinding rahim. Implantasi menjadi penanda awal akan terjadinya kehamilan.