Berupaya Entaskan Kemiskinan, Pemkot Jogja Dorong Pengembangan Wisata Kampung

Heroe Poerwadi mengatakan bahwa APBD yang diajukan pada 2022 ditujukan untuk peningkatan infrastruktur pariwisata dalam menyejahterakn masyarakat.

Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora
Selasa, 14 Desember 2021 | 19:03 WIB
Berupaya Entaskan Kemiskinan, Pemkot Jogja Dorong Pengembangan Wisata Kampung
Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi - (SuaraJogja.id/Rahmat Jiwandono)

SuaraJogja.id - Pemkot Yogyakarta sudah mengalokasikan anggaran untuk mengentaskan kemiskinan di tahun 2022 mendatang. Pihaknya mengarahkan pada perbaikan infrastruktur pariwisata yang nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan bahwa APBD yang diajukan pada 2022 ditujukan untuk peningkatan infrastruktur pariwisata dalam menyejahterakn masyarakat.

"Jadi berangkat dari pariwisata ini yang kita genjot agar ekonomi itu berkembang di masyarakat," kata Heroe ditemui wartawan di Hotel Top Malioboro, Kemantren Tegalrejo, Kota Jogja, Selasa (14/12/2021).

Ia mengatakan bakal mendorong spot pariwisata yang ada di kampung untuk berkembang, baik fasilitas dan juga SDM. Sehingga banyak warga yang diajak untuk membangun bersama destinasi wisata kampung yang harapannya bisa memberi dampak positif terhadap warga sekitar.

Baca Juga:7 Gaya Make Up Nikah Istri Danang DA, Anggun dengan Paes Ageng Jogja

"Jadi harapannya Pariwisata di kampung bisa segera berbenah dan dapat menarik wisatawan baik dari Kota maupun luar Kota Jogja," katanya.

Dengan hidupnya pariwisata kampung ini, lanjut Heroe Tim Koordinasi Pengentasan Kemiskinan (TKPK) bisa mengarahkan warga yang masuk dalam kelompok miskin untuk mendapat keterampilan. Bahkan diberikan usaha untuk lepas dari status miskinnya.

"Jadi jika akan memberikan pelatihan, TKPK ini bisa mengenali betul sasarannya. Apakah memang bisa membuka usaha atau dilatih keterampilan hingga bisa diperkerjakan," katanya.

Ia tak menampik bahwa kemiskinan akan tetap ada meski di wilayah kota. Maka dari itu, program pengentasan dari TKPK baik di kelurahan dan kemantren harus disiapkan secara matang.

Sejak 2019-2020 lalu, angka kemiskinan di Kota Jogja naik sebesar 0,4 persen. Heroe mengatakan jumlah itu cukup kecil dibanding kabupaten lain yang mencapai 1-2 persen.

Baca Juga:Viral Mobil Porsche Bertulis Sate Taycan 4 Senayan, Netizen Sebut Milik Pengusaha Jogja

"Di Kota Jogja sendiri naiknya 0,4 persen. Kalau kemiskinan itu kan tetap ada. Memang di saat pandemi Covid-19 ini kecepatan pengentasan kemiskinan tidak secepat waktu normal," katanya.

Heroe tak menampik kenaikan angka kemiskinan tersebut terjadi pada warga yang sebelumnya berhasil keluar dari status miskin dan kembali miskin karena dampak Covid-19.

"Namun ada juga yang berhasil keluar dan tidak miskin lagi. Ini memang, tren yang terlihat masih cukup baik. Ada penurunan (jumlah warga miskin) juga, tapi juga tidak banyak," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak