Varian Omicron Masuk Indonesia, Begini Antisipasi Satgas Covid-19 Kulon Progo

Omicron sudah terkonfirmasi masuk pada Kamis (16/12/2021) kemarin setelah disampaikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin.

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 17 Desember 2021 | 18:19 WIB
Varian Omicron Masuk Indonesia, Begini Antisipasi Satgas Covid-19 Kulon Progo
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

Namun dengan situasi sekarang dimana, kata Baning sudah ada penambahan bangsal dan sebagainya. Diharapkan jika ada kasus lagi cukup dengan menggunakan rumah sakit yang ada baik rumah sakit pemerintah atau swasta. 

"Sampai sekarang kita masih dalam memposisikan stand by, kita tetap menyiagakan semuanya belum diubah masih siap di sana. Hanya sewaktu-waktu dibutuhkan itu nanti kita gerakkan lagi. Semua barang masih ada di sana kecuali yang memang harus kita simpan khusus ya, tapi kalau tabung oksigen masih di sana semua," pungkasnya.

Pakar Epidemiologi UGM, Riris Andono Ahmad menyatakan bahwa dari sisi pencegahan baik untuk Omicron atau varian virus corona apapun tetap sama saja. Hal itu disebabkan karena cara penularan pun juga masih sama.

"Sama saja (pencegahannya), artinya tidak ada yang baru dengan Covid-19, varian apapun, itu pencegahan masih tetap sama, karena cara penularan masih sama," kata Riris.

Baca Juga:Kulon Progo Bakal Lakukan Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun di Sekolah, Ini Alasannya

Menurutnya cara yang paling efektif untuk mencegah penularan berbagai varian Covid-19 adalah dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Meskipun sudah menerima vaksinasi Covid-19 baik dosis pertama atau dosis penuh.

"Masker masih diperlukan, jaga jarak masih diperlukan, kemudian cuci tangan masih sangat berpengaruh, kalau kemudian peningkatan kasus ya kita harus melakukan pengurangan mobilitas," ungkapnya. 

Kemudian ditambah lagi dengan upaya 3T atau tracing, testing dan treatment. Tujuannya untuk bisa terus menekan penularan dan sebaran Covid-19.

"Kalau 3T itu kan dia akan juga menurunkan penularan karena memang untuk menemukan penularan. Tetapi yang menjadi 3T itu kan kewajiban pemerintah dan kewajiban masyarakat ya melakukan 5M itu," tuturnya.

Disampaikan Riris, dua upaya itu baik 3T dan 5M harus dilakukan secara bersama-sama. Dalam artian sinergi antara masyarakat dalam menerapkan 5M dan peran pemerintah secara maksimal menerapkan 3T itu akan sangat berpengaruh dalam pengendalian pandemi Covid-19. 

Baca Juga:Kulon Progo Mulai Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun 20 Desember, Sasaran 35.585 Orang

"Jadi pengendalian Covid-19 itu akan efektif kalau pemerintah melakukan 3T dan masyarakat melakukan 3M. Jadi kalau hanya salah satu saja ya tidak menjadi efektif. Dua-duanya punya kewajiban yang sama kalau memang ingin Covid-19 terkendali," tegasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak