facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Harga Telur Ayam Melonjak Tajam, Penjual Roti Djoen Muda: Ini Sangat Memberatkan

Galih Priatmojo | Rahmat jiwandono Selasa, 28 Desember 2021 | 15:57 WIB

Harga Telur Ayam Melonjak Tajam, Penjual Roti Djoen Muda: Ini Sangat Memberatkan
Karyawan Toko Roti Djoen Muda sedang membuat adonan roti, Selasa (28/12/2021). (SuaraJogja.id/Rahmat Jiwandono)

kenaikan harga telur ayam dirasa memberatkan sejumlah pedagang dan pembuat roti di Jogja

SuaraJogja.id - Penjual roti mengeluhkan atas naiknya harga telur ayam ras yang menyentuh Rp30.000 per kilogram (kg). Pasalnya, telur ayam merupakan bahan baku utama untuk membuat roti.

Pemilik Toko Roti Djoen Muda, Kelik mengaku kenaikan harga telur ayam dirasa memberatkan, apalagi di tengah pandemi Covid-19. Meski harga telur naik, pihaknya enggan menaikkan harga roti.

"Enggak berani menaikkan harga roti, nanti pelanggan tidak ada yang beli atau malah pada lari semua," kata Kelik ditemui SuaraJogja,id di tokonya yang berada di Jalan Kolonel Sugiyono, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Jogja, Selasa (28/12/2021).

Sejatinya ia ingin menaikkan harga roti basah dan cake sekitar Rp1.000 sampai Rp1.500 untuk mengatasi harga telur ayam yang melonjak.

Baca Juga: Akhir Tahun 2021, Dinkes Jogja Siagakan Petugas Tes Swab Acak Wisatawan di Malioboro

"Sekarang harga roti basah masih Rp6.000 dan cake mulai dari Rp20.000 sampai Rp40.000. Seharusnya naik Rp1.000 atau Rp1.500 untuk mengatasi harga yang melonjak ini," paparnya.

Menurutnya, dalam sehari ia menghabiskan sekitar 10-15 kilogram telur untuk bahan baku roti. Padahal biasanya dia selalu punya menyediakan stok telur dalam jumlah banyak. Namun, karena harganya melonjak maka dia hanya membeli belasan kg telur.

"Tidak bisa beli telur ayam dalam jumlah banyak, beli sedikit-sedikit atau seperlunya dulu. Jika harga nanti sudah stabil baru berani nyetok banyak, padahal biasanya saya bisa beli sampai 20 kg telur," ungkap dia.

Selain itu, bahan baku lainnya seperti tepung terigu, gula pasir, garam, dan minyak juga mengalami kenaikan. Untuk tepung terigu, dalam waktu satu hari ia bisa menghabiskan kurang lebih 50 kg.

"Di pasaran harga tepung terigu Rp174 ribu dan minyak goreng yang dua kilogram sekitar Rp40.000," ujarnya.  

Baca Juga: Balik ke Jogja Lagi, Zaskia Adya Mecca: Doakan Anak-anak Mau Pindah

Jika harga-harga kebutuhan pokok tidak berangsur menurun, Kelik hanya bisa pasrah dan mengikuti harga pasar. Sehingga mau tidak mau harga roti akan dinaikkan.

"Nanti kalau harga-harga kebutuhan pokok tidak mau turun lagi apa boleh buat, harga rotinya pun terpaksa dinaikkan," katanya.

Seperti diketahui, harga telur ayam ras di Kota Jogja mencapai Rp30.000 sampai Rp31.000 per kilonya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait