Umumkan Permohonan Maaf soal Kenaikan Harga Kain, Begini Penjelasan CEO Dagadu Djokdja

Dagadu Djokdja umumkan kenaikan harga pakaian yang dijualnya.

Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora
Jum'at, 31 Desember 2021 | 16:29 WIB
Umumkan Permohonan Maaf soal Kenaikan Harga Kain, Begini Penjelasan CEO Dagadu Djokdja
Dagadu Djokdja minta maaf

SuaraJogja.id - Melalui akun Instagram @dagadudjokdja, brand pakaian legend asal Yogyakarta Dagadu Djokdja melayangkan permohonan maaf karena ada kenaikan harga kain beberapa bulan terakhir. Pihaknya harus menyesuaikan harga pakaian pada Januari 2022 mendatang.

Sejumlah kaus oblong baik lengan panjang dan pendek, naik menjadi Rp100-135 ribu.

Menanggapi unggahan tersebut, CEO PT Aseli Dagadu Djokdja, Mirza Arditya menjelaskan bahwa sejak Oktober 2021 bahan baku kaus mengalami kenaikan. Namun begitu pihaknya masih berusaha bertahan dengan harga sebelumnya.

"Betul, memang naik, sejak 2 bulan terakhir ini bahan baku untuk kaus naik. Kami kira hanya bertahan sebentar. Tapi ternyata masih bertahan sampai sekarang, sehingga perlu kami lakukan penyesuaian (harga)," ujar Mirza dihubungi SuaraJogja.id, Jumat (31/12/2021).

Baca Juga:PSIM Yogyakarta Gagal Lolos ke Liga 1, Sri Sultan HB X: Ndak Apa-apa

Dirinya tak begitu mengetahui penyebab naiknya harga kain saat ini. Namun beberapa informasi menyebutkan adanya gangguan panen di India yang mempengaruhi harga bahan baku kain.

"Akhirnya bahan baku benang naik, harga kaus juga ikut naik. Jadi dari beberapa pemasok juga menaikkan harga kausnya," terang dia.

Kenaikan harga itu, kata Mirza tidak begitu mempengaruhi daya beli pelanggan. Pasalnya kenaikan harga terbilang sedikit dan masih terjangkau.

"Naiknya juga tidak sampai 10 persen. Kalau 30-40 persen, mungkin bisa berpengaruh. Tapi karena di bawah 10 persen jadi tidak terlalu berpengaruh terhadap pembeli," katanya.

Mirza menyebutkan bahwa kenaikan harga kain biasa terjadi sekitar 2-3 tahun. Ia mengatakan, kenaikan sendiri terjadi pada 2018 lalu.

Baca Juga:Gagal Bawa PSIM Yogyakarta Lolos ke Liga 1, Seto Nurdiantoro Minta Maaf

"Terakhir naik itu sekitar 2018. Baru di tahun 2021 ini ada kenaikan lagi," terang dia.

Harga tersebut akan tetap bertahan dan tidak akan berubah. Menyusul komoditas kain berbeda dari kebutuhan pokok seperti telur, daging dan minyak.

"Artinya tidak akan turun walau harga bahan baku kain itu ada penurunan. Jadi tetap akan bertahan penyesuaian harga yang kami lakukan," ujar dia.

Lebih lanjut adanya kasus Covid-19 memang memengaruhi penjualan kaus. Namun melandainya sebaran kasus baru akhir-akhir ini, kembali memperbaiki pendapatan dan penjualan Dagadu.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono mengungkapkan pihaknya belum menemukan kenaikan harga kain saat ini.

"Baik bahan baku dan kain dari pengecekan dan pemantauan di lapangan belum ada yang naik. Saat ini masih normal," jelas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak