facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sandiaga Uno Komentari Polemik Ngopi In The Sky, PHRI DIY Minta Pantai Timang Dievaluasi

Eleonora PEW Minggu, 09 Januari 2022 | 13:56 WIB

Sandiaga Uno Komentari Polemik Ngopi In The Sky, PHRI DIY Minta Pantai Timang Dievaluasi
wahana baru di Gunungkidul Ngopi in The Sky. [upil_jarann / Twitter]

Deddy Eryono memahami alasan dari Pemerintah Daerah menghentikan operasional Ngopi In The Sky tersebut.

SuaraJogja.id - Ngopi In The Sky yang ditawarkan pengelola destinasi wisata di Kalurahan Girikarto Kapanewon Panggang Gunungkidul, Teraskaca telah dihentikan operasionalnya oleh Pemerintah DIY. Alasan keselamatan menjadi faktor utama mengapa pemerintah meminta pengelola untuk menghentikannya.

Kondisi ini ternyata mendapat perhatian dari Menteri Pariwisata Sandiaga Uno. Melalui akun Instagram-nya. @sandiuno, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini memberi komentar.

"Saya mendapat laporan bahwa setelah 4 hari beroperasi, wahana ‘Ngopi in The Sky’ di Gunung Kidul ini ditutup oleh Pemda setempat karena belum adanya izin dan juga belum memenuhi aspek keamanan dan keselamatan. Namun, saya berharap dengan adanya sertifikasi seperti CHSE yang menjamin adanya keamanan serta adanya kemudahan dalam perizinan, atraksi wisata yang mendapat respon positif dari masyarakat dan telah membuka lapangan kerja baru ini dapat segera dibuka kembali. Saya mendukung penuh ide-ide usaha inovatif masyarakat yang dapat meningkatkan sektor pariwisata dan membangkitan ekonomi di tengah pandemi. Kita harus bisa hadirkan atraksi wisata seperti di luar negeri #DilndonesiaAja," kata Sandi dalam akun Instagram-nya.

Pengelola Teras Kaca pun langsung membalasnya dalam komentar

Baca Juga: Sumatera Utara Miliki Banyak Wisata Menarik

"Terimakasih Pak Sandi atas apresiasi yang Bapak berikan. Untuk CHSE kami sudah memiliki sejak tahun 2020 dan kami sudah menjalankannya," tulis mereka.

Netizen juga mengomentari unggahan Sandiaga Uno tersebut.

"Betul pak Indonesia kreatif, jangan ditutup ya pak, tapi dilengkapi dengan standarisasi keamanan yang menjamin keselamatan, gaspol pak sandi," tulis salahs atunya.

"Lebih syg umur drpada ngopi ngenes wkkw gmna menurut rekan2 travelling haruskah kita meeting sambil taruhan nyawa? kwwk @elmarzuq @sarsongko @djakariks @magsgabe," tambah yang lain.

Terkait dengan polemik Ngopi In The Sky, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Deddy Eryono juga memberikan komentarnya. Deddy mengaku sangat mengapresiasi terhadap investor yang telah menghadirkan sesuatu yang baru dan benar-benar berbeda.

Baca Juga: Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan, Kemenparekraf Luncurkan Aplikasi Kalkulator Emisi

"Apapun itu, kita patut memberikan apresiasi terhadap investor yang telah menghadirkan wahana baru dan sangat berbeda," ujar dia, Minggu (9/1/2022).

Hanya saja, Deddy berpesan pengelola memang harus mengantongi perijinan terlebih dahulu terkait dengan penggunakan alat berat crane untuk wahana 'Ngopi In The Sky' tersebut karena menurutnya standar keselamatan juga harus diutamakan.

Wahana Pantai Timang Juga Harus Dievaluasi

Deddy Eryono memahami alasan dari Pemerintah Daerah menghentikan operasional Ngopi In The Sky tersebut. Namun, ia meminta pemerintah tidak berat sebelah dalam hal ini. Pemerintah harus mengevaluasi semua wahana yang ditawarkan oleh pengelola destinasi wisata jika memang untuk urusan keselamatan.

Salah satu yang ia soroti adalah wahana Jembatan Penyeberangan Pantai Timang Gunungkidul. Wahana jembatan penyebarangan yang melintasi selat kecil dari pantai Timang ke pulau terdekatnya sejatinya sangat mengandung resiko. Faktor keselamatanpun terkesan dikesampingkan karena hanya mengedepankan sensasi menyeberang.

"Pemerintah juga harus berani mengevaluasi wahana penyeberangan di Pantai Timang. Sepertinya standar keselamatan sangat kurang. Jika Ngopi In The Sky dievaluasi, semua wahana termasuk Pantai Timang juga diperlakukan sama," ujar dia.

Apalagi, lanjutnya, Pantai Timang selama ini sangat diminati oleh wisatawan mancanegara. Seharusnya ada evaluasi terkait dengan unsur keselamatan di wahana tersebut. Karena hal tersebut juga sebagai wujud membela nama baik pariwisata DIY dan Indonesia.

Kontributor : Julianto

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait