facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

PTM di DIY Bakal Digelar 100 Persen, Buku Mata Pelajaran Agama Banyak Dicari

Galih Priatmojo | Rahmat jiwandono Selasa, 11 Januari 2022 | 20:56 WIB

PTM di DIY Bakal Digelar 100 Persen, Buku Mata Pelajaran Agama Banyak Dicari
Penampakan Shopping Center, Kemantren Gondomanan, Kota Jogja pada Selasa (11/1/2022). (SuaraJogja.id/Rahmat Jiwandono)

Menurutnya, buku agama banyak dicari karena untuk bacaan ayat suci Alquran maupun hafalan salat.

SuaraJogja.id - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan dilaksanakan 100 persen menyusul vaksinasi Covid-19 yang hampir merata. Meskipun demikian, penjualan buku mata pelajaran di Shopping Center Jogja, Gondomanan, Kota Jogja terbilang relatif stabil. 

Seorang penjual buku, Sari menuturkan bahwa buku mata pelajaran belum banyak dicari siswa walau PTM akan digelar secara penuh. Pihaknya menjual buku mata pelajaran dari tingkat SD hingga SMA. 

"Sekarang belum ada peningkatan penjualan buku mata pelajaran," paparnya kala berbincang dengan SuaraJogja.id, Selasa (11/1/2022). 

Namun, untuk buku agama dan kumpulan soal-soal banyak dicari oleh murid. Menurutnya, buku agama banyak dicari karena untuk bacaan ayat suci Alquran maupun hafalan salat. 

Baca Juga: Keluarga Didatangi Polisi, Penendang Sesajen di Gunung Semeru Kuliah di Jogja

"Yang dicari di sini buku agama, hafalan bacaan salat, dan Alquran," ucapnya. 

Untuk buku agama sendiri dijual mulai dari harga Rp10.000 sampai ratusan ribu rupiah. Sedangkan kitab suci Alquran dijual dari harga Rp25.000-Rp100 ribu. 

"Buku mata pelajaran agama untuk anak-anak ada yang Rp10.000, bahkan ada yang ratusan ribu. 

Sementara untuk kumpulan soal-soal dijual di harga Rp30.000. Itu pun biasanya mereka beli sekali dipakai selama satu tahun. 

"Karena itu kan isinya kumpulan soal-soal jadi bisa dipakai untuk satu tahun," kata dia. 

Baca Juga: Antisipasi Klitih di Jogja, Pemda DIY Awasi Tempat Nongkrong

Menurutnya, penjualan buku mata pelajaran belum meningkat karena kemungkinan sudah disediakan oleh pihak sekolah. 

"Anak sekolah jarang beli buku. Mungkin karena sudah disediakan sama pihak sekolah," katanya. 

Seorang pembeli, Nafisah mengaku membelikan buku tentang kumpulan cerita-cerita nabi. Sebab, anaknya yang duduk di kelas 4 SD mendapat tugas untuk menceritakan kisah nabi. 

"Disuruh guru agamanya untuk menceritakan kisah salah satu nabi. Ya saya beli buku yang berisi kumpulan tentang nabi-nabi," ujar Nafisah. 

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait