Sebuah jaringan ISIS di Brussels terlibat dalam serangan di Paris pada 2015 yang menewaskan 130 orang dan di Brussels pada 2016 yang membunuh 32 orang.
Menabrak kerumunan dengan mobil telah dijadikan senjata oleh kelompok militan di Eropa dan supremasi kulit putih di Amerika Serikat karena serangan seperti itu tidak menelan biaya banyak, mudah dilakukan dan sulit dicegah, kata para pakar. [ANTARA]