Satu pedagang lainnya, Ibnu Komar yang menjual telur gulung cukup senang dengan gelaran KRJ tahun 2022. Disamping ada kelonggaran aktivitas, batasan waktu lebih lama.
Maka dari itu dalam menjaring pembeli bisa lebih banyak dan makanan yang ia jual lebih banyak yang habis.
"Kalau sekarang kan lebih lama boleh sama pukul 19.00 WIB. Berbeda dengan tahun lalu pukul 17.00 WIB, harus sudah bubar. Jadi terasa cepat sekali kalau tahun kemarin," kata dia.
Ibnu berharap dengan turunnya angka kasus Covid-19 ini even KRJ bisa terselenggara dengan normal lagi. Sehingga warga Jogokariyan serta pedagang yang ikut meramaikan even itu dapat menerima manfaat yang lebih.
Baca Juga:TPST Piyungan Ditutup Tiga Hari, Timbunan Sampah di Kota Jogja Capai Seribu Ton
![Pedagang makanan dimsum, Reastuti melayani pembeli di Gelaran Kampung Ramadhan Jogokariyan, Mantrijeron, Kota Jogja, Senin (4/4/2022). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/04/04/61961-pedagang-di-pasar-ramadhan-jogokariyan.jpg)
Dari pantauan suarajogja.id, sekitar pukul 16.45 WIB, jemaah dan masyarakat sudah memenuhi jalan serta masjid Jogokariyan. Beberapa jemaah yang akan berbuka puasa diperiksa suhu tubuhnya dan juga diberi cairan handsanitazer sebelum masuk.
Tepat pukul 17.45 WIB alarm tanda berbuka puasa dibunyikan panitia. Sejumlah masyarakat lalu menempati trotoar jalan Jogokariyan untuk berbuka dan menyantap makanan yang mereka beli.