facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Singgung Komentar Guru Besar UGM, John Tobing: Jangan Pilih Rektor Baru yang Dukung Radikalisme dan Terorisme

Eleonora PEW Rabu, 27 April 2022 | 20:53 WIB

Singgung Komentar Guru Besar UGM, John Tobing: Jangan Pilih Rektor Baru yang Dukung Radikalisme dan Terorisme
Johnsony M Tobing, pencipta hymne "Darah Juang" - (ist)

Sebelumnya, Prof Karna Wijaya menulis beberapa status di Facebook-nya yang berkaitan dengan Ade Armando.

SuaraJogja.id - Masa jabatan Rektor Universitas Gadjah Mada Panut Mulyono segera berakhir, sehingga akan segera digelar pemilihan rektor baru di kampus tersebut. Nama Panut Mulyono sendiri sempat tercemar baru-baru ini gara-gara komentar seorang guru besar UGM di media sosial yang dianggap mendukung kekerasn terhadap Ade Armando dalam aksi mahasiswa beberapa waktu lalu.

Salah satu alumnus Fakultas Filsafat UGM kepada media di Yogyakarta yang juga dikenal sebagai aktivis, Johnsony M Tobing alias John Tobing, lantas, Rabu (27/4/2022), menyerukan harapannya supaya UGM tidak salah pilih rektor baru yang mendukung radikalisme dan terorisme.

"Semua pihak harus ikut menjaga jangan sampai pimpinan tertinggi UGM berasal berlatar belakang pendukung radikalisme, apalagi terorisme," tegas pencipta hymne "Darah Juang" ini.

Berdasarkan rilis yang diterima SuaraJogja.id, Rabu, keberadaan dosen atau guru besar yang mendukung kekerasan pada Ade Armando adalah gambaran bahwa UGM telah disusupi pendukung radikalisme dan terorisme.

Baca Juga: Guru Besar UGM Karna Wijaya Guyon soal Pengeroyokan Ade Armando, Gun Romli: Saya Duga Prof KW Itu Psikopat

"Terorisme karena komentar sang guru besar di media sosial menteror publik dengan anjuran-anjuran kekerasan pada publik. Ini mengerikan dan sangat bertentangan dengan UGM sebagai perguruan tinggi yang selama ini menjunjung tinggi Pancasila, kebhinnekaan dan ilmu pengetahuan," ujar John Tobing.

John Tobing mengingatkan agar semua alumni dan civitas akademi UGM segera merapatkan barisan untuk segera merencanakan langkah-langkah netralisasi sampai sterilisasi radikalisme dan terorisme di UGM.

"Ini sudah darurat. Kita jangan diam. Sudah saatnya kita bersihkan UGM dari anasir-anasir anti Pancasila dan anti NKRI di UGM. Jangan sampai terlambat, karena UGM adalah tempat pembelajaran calon-calon intelektual dan pemimpin bangsa dan negara," seru dia.

Johnsony M Tobing, pencipta hymne "Darah Juang" - (ist)
Johnsony M Tobing, pencipta hymne "Darah Juang" - (ist)

Jonh Tobing menegaskan juga, panita pemilihan rektor harus turut bersih dari anasir-anasir radikalis dan pendukung terorisme.

"Semua calon rektor harus dilakukan uji publik agar mendapatkan masukan seluas-luasnya dari masyarakat soal latar belakang dan kapabilitas memimpin UGM," tegasnya.

Baca Juga: Dilaporkan Guntur Romli, Ini Jawaban Gubes UGM Karna Wijaya

Seruan UGM

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait