Penjualan Bungkus Ketupat di Sleman Hingga H-1 Lebaran Masih Sepi, Wagini: Masih Ramai Tahun Lalu Saat Pandemi

Wagino sudah berjualan bungkus ketupat lebih dari 20 tahun lalu

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Minggu, 01 Mei 2022 | 11:08 WIB
Penjualan Bungkus Ketupat di Sleman Hingga H-1 Lebaran Masih Sepi, Wagini: Masih Ramai Tahun Lalu Saat Pandemi
Penjual bungkus ketupat di Jalan Affandi, Mrican, Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman, Minggu (1/5/2022). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Senada, pedagang bungkus ketupat lainnya Welas (53) warga asal Sewon, Bantul itu juga telah membuka lapak dagangan bungkus ketupat itu sejak H-2 sebelum Lebaran. Perempuan tiga anak itu mengakui bahwa penjualan tahun ini juga cenderung sepi.

"Kalau tahun kemarin malah agak ramai tapi sekarang malah sepi. Biasanya kalau jualan hari kedua itu ramai sekarang sepi ini. Cuma hari kemarin yang cukup ramai," ujar Welas.

Welas yang sudah berjualan bungkus ketupat sejak 33 tahun lalu itu juga heran dengan kondisi penjualan bungkus ketupat yang sepi tahun ini. Padahal warga juga sudah diperbolehkan mudik.

Jika dibandingkan saat pandemi Covid-19 dua tahun lalu, kata Welas, dagangannya malah lebih laris. Sebab selain hanya berjualan di rumah saat itu ia juga melayani pesanan dari online juga.

Baca Juga:Ansyari Lubis, Alasan Dedy Gusmawan Terima Pinangan PSS Sleman

Penjual bungkus ketupat di Jalan Affandi, Mrican, Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman, Minggu (1/5/2022). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]
Penjual bungkus ketupat di Jalan Affandi, Mrican, Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman, Minggu (1/5/2022). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

"Tahun sebelumnya malah ramai, ini mungkin juga karena tanggal tua juga. Pandemi malah laris karena saya jualan di rumah aja hanya COD gitu," tuturnya.

Sejauh ini, ia mengaku baru mengantongi Rp300 ribu dari hasil penjualan bungkus ketupatnya itu sejak kemarin. Hari ini Welas hanya tinggal menghabiskan dagangan yang masih ada saja.

Ia berharap semakin siang akan makin banyak pembeli yang datang. Bungkus-bungkus ketupat buatan Welas sendiri dijual dengan harga Rp10 per satu ikat yang berisi 10 bungkus ketupat.

"Ya semoga nanti makin siang makin ramai dan dagangan bisa habis," harapnya.

Baca Juga:Waspada, Seorang Perempuan Jadi Korban Pelecehan Seksual di Jalan Gito-gati Sleman

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak